Kebudayaan menyumpit tradisional suku Dayak dinilai memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat sebagai identitas kultural di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Nilai-nilai internal dari tradisi leluhur tersebut dipandang krusial sebagai instrumen untuk menjaga kebersamaan dan persatuan masyarakat adat.
Hal tersebut mengemuka saat Pemerintah Provinsi Kaltara menghadiri kegiatan Lomba Sumpit Tradisional Dayak yang diselenggarakan di Markas Komando Brimob Batalyon A Pelopor, Bulungan. Perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini diikuti oleh ratusan peserta serta dihadiri oleh para tokoh adat dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Safi’i, menjelaskan bahwa sumpit kini tidak hanya dipandang sebagai olahraga tradisional semata. Lebih dari itu, budaya menyumpit merepresentasikan kualitas kedisiplinan, ketenangan, ketepatan, dan fokus yang kuat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tatanan pembangunan daerah.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sumpit dapat menjadi inspirasi dalam membangun Kalimantan Utara yang maju, harmonis, dan berdaya saing,” ujar Safi’i, Sabtu (20/6/2026).