Di tengah capaian cakupan layanan air minum yang telah menyentuh angka 94 persen di wilayah perkotaan Pontianak, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk merangkul sisa 6 persen penduduk yang belum terakses jaringan perpipaan.
Pj. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengungkapkan bahwa kelompok masyarakat yang belum terlayani tersebut sebagian besar merupakan warga berpenghasilan rendah yang bermukim di kawasan pesisir aliran Sungai Kapuas. Tantangan utama di lapangan bukan sekadar ketersediaan jaringan, melainkan faktor ekonomi serta kebiasaan kultural masyarakat yang terbiasa memanfaatkan air sungai secara langsung tanpa biaya.
“Tentunya yang pasti kondisi ekonomi masyarakat ya. Dari 6% ini kebanyakan adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mampu untuk melakukan akses pemasangan sambungan rumah. Atau kemudian balik lagi, yaitu tadi, mereka punya sumber air lain selain PDAM, di mana sumber air itu dengan mereka tidak melakukan pembayaran, mereka sudah bisa langsung mengambil air dari Sungai Kapuas,” jelas Zulhiyardi di kantornya, Kamis (5/11/2026).
Kondisi tersebut menuntut langkah edukasi yang masif dari perusahaan. Pihak manajemen berkomitmen untuk terus merumuskan skema pendekatan agar masyarakat pesisir secara sadar mau beralih menggunakan air bersih yang sehat, higienis, dan terstandarisasi demi kesehatan keluarga jangka panjang, sekaligus memperluas pemerataan keadilan sosial di bidang infrastruktur dasar.

























