Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pontianak Diguyur Hujan Lebat Malam Hari Ini, Kualitas Udara Masih di Kategori Tidak Sehat

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 7 Oktober 2026 · 22:521 menit baca
Pontianak Diguyur Hujan Lebat Malam Hari Ini, Kualitas Udara Masih di Kategori Tidak Sehat
Meski diguyur hujan lebat pada Rabu, (7/10/2026) malam, kualitas udara di Kota Pontianak masih berstatus Tidak Sehat dengan indeks IQAir di angka 199. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Guyuran hujan lebat yang membasahi Kota Pontianak pada Rabu (7/10/2026) malam berhasil meredam kepekatan kabut asap, meski kualitas udara di ibu kota Kalimantan Barat ini terpantau belum sepenuhnya terbebas dari ancaman polutan beracun. 

Berdasarkan pemutakhiran data instrumen pemantau IQAir pada pukul 21.00 WIB, Indeks Kualitas Udara di Pontianak tercatat berada di angka 199 dengan status ‘Tidak Sehat’. Parameter pencemar utama masih didominasi oleh konsentrasi partikel debu halus Particulate Matter 2.5 sebesar 124 µg/m³. Kondisi ini berlangsung di tengah suhu udara 25 derajat Celcius, kelembapan tinggi mencapai 86 persen, dan kecepatan angin lambat 4 km/jam.

Anjloknya indeks polusi dari kategori ekstrem ‘Berbahaya’ pada malam sebelumnya ke zona ‘Tidak Sehat’ malam ini bukanlah penanda bahwa ekosistem lahan gambut telah pulih total dari kebakaran, melainkan murni dampak pembilasan partikulat oleh presipitasi air hujan di lapisan atmosfer. Meskipun grafik prakiraan per jam menunjukkan kecenderungan angka polusi melandai bertahap hingga esok pagi, konsentrasi PM2.5 di level 124 µg/m³ tetap berada jauh di atas ambang batas aman bagi kesehatan paru-paru.

Antisipasi Sebaran Asap, Gubernur Kalbar Pantau Pergerakan Arah Angin Lewat SiPongi
Baca Juga

Antisipasi Sebaran Asap, Gubernur Kalbar Pantau Pergerakan Arah Angin Lewat SiPongi

Perubahan kondisi atmosfer pasca hujan lebat ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang beraktivitas di jalanan perkotaan. Andri, salah seorang warga Pontianak, menuturkan bahwa guyuran hujan deras malam ini cukup efektif mengurai kepekatan asap yang sempat memicu mata perih dan sesak, walau aroma residu pembakaran masih tersisa di udara.

“Hujan deras malam ini memang membuat udara terasa jauh lebih segar dan jarak pandang membaik dibanding semalam,” ungkap Andri menggambarkan situasi Kota Pontianak pada Rabu malam.

Dinamika kualitas udara di awal Oktober ini menegaskan bahwa ancaman karhutla di Kalimantan Barat masih berada pada fase rentan. Otoritas kesehatan mengimbau warga untuk tidak terburu-buru menanggalkan masker pelindung saat beraktivitas di ruang terbuka, mengingat potensi penguapan sisa asap dapat kembali mengancam begitu permukaan tanah gambut mulai mengering.

(Hendrawan)