Sen, 10/08/26 · 04.11.44
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Terkepung Kabut Asap Sejak Pagi, Kualitas Udara Pontianak Kritis di Angka 95 Menuju Tidak Sehat

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 10 Agustus 2026 · 10:252 menit baca
Terkepung Kabut Asap Sejak Pagi, Kualitas Udara Pontianak Kritis di Angka 95 Menuju Tidak Sehat
Kualitas udara Kota Pontianak pada Senin (10/8/2026) pagi memburuk. Indeks ISPU PM2.5 tercatat di angka 95, nyaris menembus ambang batas tidak sehat. (Dok. Nusantara Post)

Mengawali pekan krusial di pertengahan bulan Agustus, ancaman sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbukti masih terus mengepung ruang napas warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Halaman pembuka pekan kerja ini disambut dengan kepulan kabut asap tak kasatmata, di mana tingkat polusi udara pada Senin (10/8/2026) pagi dilaporkan merangkak naik dan nyaris menembus ambang batas bahaya bagi kesehatan pernapasan.

Berdasarkan data pemantauan mutakhir dari aplikasi ISPUnet pada pukul 09.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di stasiun pengukuran Pontianak Tenggara tercatat bertengger tinggi di angka 95. Angka polutan yang berada pada kategori ‘Sedang’ ini didominasi secara mutlak oleh partikel debu beracun mikroskopis atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5) sebagai parameter paling kritis.

Lebih rincinya, grafik pencemaran udara pagi ini menunjukkan PM2.5 kokoh di level 95, disusul oleh partikulat yang lebih besar (PM10) di angka 76, Sulfur Dioksida (SO2) di level 50, dan Karbon Monoksida (CO) di level 13.

Fakta bahwa indikator utama polusi berada hanya selisih 5 poin dari ambang batas ‘Tidak Sehat’ (100) menegaskan realitas bahwa bulan Agustus di Kalbar masih sangat rentan terhadap siklus karhutla. Status udara yang masih berlabel biru pagi ini bukan berarti wilayah udara telah terbebas murni dari polusi, melainkan justru menyalakan alarm peringatan dini bahwa kualitas udara sedang berada di ambang krisis.

Dampak Kabut Asap, Warga Pontianak Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Baca Juga

Dampak Kabut Asap, Warga Pontianak Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kondisi cuaca pagi yang mencatatkan suhu udara cukup panas di angka 31 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 71 persen turut memperparah keadaan. Kelembapan tersebut tidak serta-merta melarutkan sisa polutan ke tanah, tetapi justru menahan partikel pembakaran melayang rendah dan menumpuk di atmosfer permukiman warga sejak malam hari.

Menyikapi lonjakan angka ISPU yang terus mendekati batas kritis ini, otoritas pemantau lingkungan masih menahan status pada level aman untuk aktivitas umum.

“Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada Kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan,” demikian bunyi keterangan resmi yang tertera pada dasbor aplikasi ISPUnet pagi ini.

Kendati demikian, tingginya lonjakan PM2.5 di hari Senin ini menuntut masyarakat agar tidak lengah. Bertenggernya kabut asap di pagi hari menegaskan bahwa masyarakat yang beraktivitas di luar rumah terutama anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan harus tetap menjadikan masker sebagai pelindung mutlak. Selama anomali titik api belum sepenuhnya teratasi di penjuru Kalbar, udara bulan Agustus akan terus menjadi ancaman laten bagi kesehatan publik.

(Hendrawan)