Sen, 10/08/26 · 04.57.39
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Dua Hafidz Kaltim Resmi Wakili Indonesia di Ajang Al-Qur’an Internasional Maroko

Hendrawan
Hendrawan
Senin, 10 Agustus 2026 · 10:442 menit baca
Dua Hafidz Kaltim Resmi Wakili Indonesia di Ajang Al-Qur’an Internasional Maroko
Dua hafidz asal Kaltim, Muhammad Andi Saputra dan Aljuanda Kurniansyah, resmi mewakili Indonesia dalam ajang Mohammed VI International Prize di Rabat, Maroko. (Dok. Prokopim Kaltim)

Dua hafidz asal Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Andi Saputra dan Aljuanda Kurniansyah, secara resmi ditunjuk sebagai delegasi Indonesia untuk bersaing dalam ajang Mohammed VI International Prize for the Memorization, Recitation, and Interpretation of the Holy Quran di Rabat, Maroko. Keberangkatan mereka akhir pekan lalu tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pembuktian konsistensi pembinaan talenta Al-Qur’an daerah di kancah global.

Tiket ke Maroko ini diraih setelah keduanya mencatatkan prestasi gemilang pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional 2025. Andi merupakan peraih Juara I Tafsir Bahasa Arab Putra, yang membawanya akan bertarung di cabang Tafsir di Rabat. Sementara Aljuanda, kampiun Juara I Tahfidz 5 Juz Putra, diproyeksikan bersaing pada cabang Tajwid dan Tahfidz.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa delegasi tersebut telah bertolak menuju Maroko melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia menekankan bahwa keikutsertaan ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak instan.

“Alhamdulillah, Kaltim kembali dipercaya mewakili Indonesia. Ini akan menambah catatan prestasi internasional yang lahir dari hasil pembinaan secara terstruktur dan masif bagi anak-anak kita,” tegas Sri Wahyuni di Samarinda, Minggu (9/8).

Sasar Perusahaan Tambang Raksasa, Bapenda Kaltim Bongkar Ribuan Alat Berat Bodong Pajak
Baca Juga

Sasar Perusahaan Tambang Raksasa, Bapenda Kaltim Bongkar Ribuan Alat Berat Bodong Pajak

Kehadiran wakil Kaltim di panggung internasional Maroko ini bukanlah rekam jejak yang pertama. Pada edisi sebelumnya, LPTQ Kaltim sukses memberangkatkan Ahmad Fadhil yang kemudian berhasil membawa pulang gelar Juara II pada cabang hafalan 5 juz dan tilawah.

Fakta historis tersebut menempatkan Andi dan Aljuanda pada posisi krusial untuk mempertahankan atau bahkan melampaui standar yang telah ditetapkan pendahulu mereka.

Lebih jauh, keberangkatan delegasi ini diharapkan tidak sekadar diukur dari trofi yang dibawa pulang. Sri Wahyuni menyoroti bahwa capaian di level internasional harus mampu menjadi katalisator di tingkat daerah.

“Semoga tahun ini kita bisa kembali membawa pulang gelar juara. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai, mempelajari, dan menghafalkan Al-Qur’an,” pungkasnya.

Masyarakat Hukum Adat Dayak Wehea Segera Diakui, Penetapan Bupati Kutim Jadi Tahap Akhir
Baca Juga

Masyarakat Hukum Adat Dayak Wehea Segera Diakui, Penetapan Bupati Kutim Jadi Tahap Akhir

Pencapaian beruntun ini memposisikan LPTQ Kaltim bukan lagi sekadar lumbung prestasi nasional, melainkan mulai memantapkan diri sebagai produsen kaliber internasional yang rutin mengekspor qari dan hafidz terbaiknya untuk mewakili nama Indonesia di mata dunia.

(Hendrawan)