Min, 09/08/26 · 01.03.09
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nusantara

BRIN Kembangkan Virtual Power Plant Pasok Listrik Bersih di IKN

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 9 Agustus 2026 · 06:382 menit baca
BRIN Kembangkan Virtual Power Plant Pasok Listrik Bersih di IKN
BRIN kembangkan Virtual Power Plant (VPP) untuk integrasikan energi terbarukan dan baterai guna kejar target Net Zero Emission 2045 di IKN. (Dok. OIKN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Kelistrikan (PRTK) mengembangkan konsep Virtual Power Plant (VPP) untuk mendukung keterandalan pasokan energi listrik berbasis ramah lingkungan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu, (8/8/2026).

Pemanfaatan teknologi kelistrikan digital tersebut disiapkan guna mengejar target Net Zero Emission (NZE) di IKN pada 2045, atau lebih cepat dibanding target nasional 2060.

Integrasi energi terbarukan melalui sistem VPP dinilai memegang peranan krusial untuk mengatasi ketidaksesuaian (intermittency) antara waktu produksi dan pola konsumsi listrik masyarakat.

BRIN Sebut IKN Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant
Baca Juga

BRIN Sebut IKN Wilayah Paling Siap Terapkan Virtual Power Plant

“PRTK BRIN terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung transformasi sistem energi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui berbagai inovasi tersebut, PRTK BRIN menargetkan seluruh pasokan listrik di IKN dapat bersumber dari energi bersih,” ujar Peneliti Ahli Muda PRTK BRIN Abdul Wachid Syamroni, Rabu, (29/7/2026).

Transformasi penyediaan energi bersih dirancang menyasar dua sektor sekaligus, yakni hulu pembangkitan dan hilir konsumsi.

Penyediaan listrik hulu diwajibkan bersumber dari instalasi bebas emisi, sedangkan sektor hilir diarahkan pada penggunaan teknologi ramah lingkungan secara bertahap.

“Di sisi hulu, pasokan listrik harus berasal dari pembangkit berbasis energi bersih, hijau, dan bebas emisi. Adapun di sisi hilir, konsumsi energi listrik perlu diarahkan secara bertahap menuju pemanfaatan teknologi berbasis energi bersih,” jelas Syamroni.

Empat Provinsi di Kalimantan Padam, Koalisi Sipil Desak Audit Sistem Kelistrikan PLN
Baca Juga

Empat Provinsi di Kalimantan Padam, Koalisi Sipil Desak Audit Sistem Kelistrikan PLN

Karakteristik produksi energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang optimal di siang hari memerlukan penyeimbang saat beban puncak malam hari.

Sistem penyimpanan energi (battery energy storage system) kemudian difungsikan sebagai jembatan teknis guna menjaga keandalan pasokan listrik.

“Kita membutuhkan teknologi bridging, seperti sistem penyimpanan energi berbasis baterai dan teknologi lainnya. Teknologi tersebut berperan menjembatani pasokan energi dengan kebutuhan masyarakat,” kata Syamroni.

Penerapan VPP yang mengombinasikan energi terbarukan, sistem penyimpanan baterai, dan teknologi digital diproyeksikan membentuk fondasi jaringan listrik cerdas rendah emisi di masa depan.

“Integrasi pembangkit energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, serta teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik. Integrasi tersebut sekaligus menjadi langkah penting dalam mempercepat transisi energi nasional,” lanjutnya.

Pengembangan teknologi kelistrikan pintar oleh BRIN diharapkan mampu mempercepat realisasi kemandirian energi bersih di kawasan IKN.

67 Investor Tanam Modal Rp74,54 Triliun di Ibu Kota Nusantara
Baca Juga

67 Investor Tanam Modal Rp74,54 Triliun di Ibu Kota Nusantara

“Melalui inovasi tersebut, BRIN berkontribusi dalam mendukung pencapaian target transisi energi nasional. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Dayank Ana)