Sab, 22/08/26 · 07.33.25
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Tinjau Produksi Garam di Sebubus Sambas, Wagub Dorong Paloh Jadi Sentra Kalbar

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 22 Agustus 2026 · 13:362 menit baca
Tinjau Produksi Garam di Sebubus Sambas, Wagub Dorong Paloh Jadi Sentra Kalbar
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan tinjau tambak garam rakyat di Desa Sebubus Sambas, dorong sertifikasi yodium dan targetkan Paloh jadi sentra garam utama Kalbar. (Dok. Adpim Kalbar)

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meninjau langsung sentra produksi garam rakyat di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Jumat, (21/8/2026).

Peninjauan di kawasan pesisir perbatasan tersebut difokuskan pada evaluasi kapasitas produksi, proses pengolahan air laut melalui tahapan pemompaan, sedimentasi kolam, kristalisasi penjemuran, hingga sistem pengemasan garam tradisional. Peluang perputaran ekonomi dari kalkulasi kapasitas panen per petak tambak dipaparkan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

“Ini potensi yang luar biasa. Satu bedengan bisa menghasilkan sekitar satu ton garam. Kalau satu kilogram dijual Rp2.000, berarti satu ton bisa menghasilkan sekitar Rp2 juta dari satu bedengan. Artinya, semakin banyak bedengan yang kita bangun, produktivitas masyarakat juga akan semakin meningkat,” ujar Krisantus Kurniawan, Jumat, (21/8/2026).

Karhutla Kepung Kalimantan, Sultan Melvin Minta Penegak Hukum Usut Pembakar Lahan
Baca Juga

Karhutla Kepung Kalimantan, Sultan Melvin Minta Penegak Hukum Usut Pembakar Lahan

Keunggulan letak geografis Kecamatan Paloh yang memiliki garis pantai panjang dinilai menjadi modal penting dalam memperluas skala tambak garam mandiri. Dukungan terhadap inisiatif para perajin tambak pesisir disampaikan lebih lanjut dalam dialog di lokasi produksi.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para pembuat garam di Desa Sebubus. Ini potensi besar yang harus kita kembangkan. Paloh punya garis pantai yang panjang dan cuaca yang mendukung,” katanya.

Diversifikasi produk didorong agar hasil tambak tidak semata menyuplai industri pengasinan ikan, melainkan ditingkatkan menjadi garam konsumsi beryodium dengan kemasan higienis yang mampu menembus jaringan ritel modern. Standarisasi mutu dan perluasan rantai distribusi komoditas pangan lokal tersebut ditegaskan dalam arahannya.

“Ke depan, kita harapkan garam ini tidak hanya untuk mengolah ikan, tetapi juga bisa menjadi garam konsumsi dengan penambahan yodium sehingga memenuhi standar untuk dikonsumsi. Kemudian dibuat merek dan kemasan yang baik agar bisa dipasarkan di supermarket maupun minimarket di seluruh Kalimantan Barat,” jelasnya.

Keruhkan Sungai Semandang, Tambang Emas Ilegal di Ketapang Ditertibkan Polisi
Baca Juga

Keruhkan Sungai Semandang, Tambang Emas Ilegal di Ketapang Ditertibkan Polisi

Bantuan sarana produksi, pelatihan teknis, standardisasi kualitas, hingga fasilitasi akses pasar disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat guna mendongkrak daya saing produk lokal. Target pengembangan wilayah pesisir Sambas sebagai pusat komoditas pangan ditegaskan kembali sebagai penutup keterangannya.

“Pemerintah Provinsi berkomitmen membantu dari sisi alat, pelatihan hingga pemasaran. Harapan saya, Desa Sebubus ke depan bisa menjadi sentra garam rakyat terbesar di Kalimantan Barat,” tegasnya.

(Rudi)