Sab, 18/07/26 · 02.51.45
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Cek Fakta

Rumor Teror Pocong Picu Keresahan Publik, Data Lapangan Tunjukkan Modus Prank dan Rekayasa AI

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 30 Mei 2026 · 00:343 menit baca
Rumor Teror Pocong Picu Keresahan Publik, Data Lapangan Tunjukkan Modus Prank dan Rekayasa AI
Kabar burung mengenai teror pocong di berbagai daerah memicu kepanikan publik. Temuan lapangan mengungkap fenomena rekayasa AI hingga aksi prank remaja. (Dok. Ist)

Masyarakat di berbagai daerah akhir-akhir ini dihebohkan oleh peredaran rekaman video dan pesan berantai mengenai sosok menyerupai pocong. Isu mistis ini marak beredar di sejumlah platform digital seperti Instagram, X, Threads, dan TikTok hingga grup WhatsApp warga. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, isu teror supranatural tersebut dipastikan sekadar informasi palsu atau hoaks.

Kronologi kegaduhan digital ini bermula pada pertengahan Mei 2026. Awalnya, sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan bayangan putih misterius berdurasi singkat mulai diunggah di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai rekaman CCTV warga yang menangkap penampakan hantu pocong asli.

Dalam hitungan hari, konten tersebut menyebar secara berantai dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya, hingga memicu kepanikan massal karena dibumbui narasi bahwa “teror” ini merupakan modus baru kejahatan jalanan.

Merespons kegaduhan ini, Monash University Indonesia sempat memantau aktivitas media sosial sepanjang periode 17–25 Mei 2026. Hasilnya menemukan lebih dari 51.000 obrolan di platform X dan 100 konten Instagram terkait kata kunci “teror pocong”. Tren obrolan tersebut melonjak drastis, dari yang awalnya hanya 68 sebutan di awal periode pada 17 Mei, hingga meledak drastis dan memuncak pada 24 Mei dengan lebih dari 24.000 unggahan dalam sehari.

Benarkah Anggaran Makan Bergizi Gratis Resmi Dihentikan? Ini Klarifikasi Badan Gizi Nasional
Baca Juga

Benarkah Anggaran Makan Bergizi Gratis Resmi Dihentikan? Ini Klarifikasi Badan Gizi Nasional

Meski belum terverifikasi, bola salju informasi ini terlanjur memicu keresahan hebat di tengah masyarakat Kota Pontianak dan Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Fenomena kepanikan serupa sebenarnya bukanlah hal baru di tanah air. Sebelum menyeret perhatian warga Kalbar, masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sudah lebih dulu dibuat resah oleh dokumentasi visual terkait “pocong palsu” yang marak dibagikan di media sosial.

Menanggapi lonjakan isu tersebut, penyelidikan kepolisian di berbagai daerah dengan tegas mematahkan unsur mistis di dalamnya. Polisi memastikan bahwa penampakan tersebut bukan hantu nyata, melainkan murni ulah manusia.

Isu ini sengaja dipabrikasi sebagai modus operandi kriminal baru, di mana pelaku memanfaatkan kostum pocong untuk memicu kepanikan warga agar mereka dapat dengan mudah melancarkan aksi pencurian atau pembegalan saat korban sedang lengah.

Berdasarkan data penindakan dan investigasi di lapangan, fenomena “pocong” yang meresahkan warga ini dikategorikan ke dalam empat temuan utama:

  • Pocong Rekayasa AI (Digital Hoax): Di Ciracas, Jakarta Timur, Polsek Ciracas memastikan video penampakan yang beredar luas adalah 100% hoaks. Berdasarkan pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV, gambar tersebut merupakan hasil suntingan (editing) menggunakan teknologi AI terhadap foto lingkungan warga oleh seorang remaja yang iseng.

  • Pengamen Cosplay Pocong (Sensasi Jalanan): Laporan warga di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, mengenai dua sosok pocong yang jajan di warung kelontong juga berhasil dipatahkan. Polisi memastikan kedua figur tersebut adalah pengamen jalanan yang sengaja memakai kostum pocong untuk menarik perhatian pembeli.

  • Pocong Konten Prank (Cari Sensasi Viral): Di Kecamatan Plosoklaten, Kediri, Jawa Timur, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dengan meringkus tiga orang pria. Mereka terbukti sengaja memproduksi konten video pocong buatan demi mendongkrak popularitas di media sosial, tanpa memedulikan dampak kepanikan publik. Hal serupa terjadi di Pontianak sebuah video beredar menunjukkan beberapa remaja telah diinterogasi oleh warga untuk ditanyai bagaimana ia menggunakan atribut dari musala yakni mukena dan kain kafan.

  • Laporan Palsu Pocong Bergolok (Hoaks Kamtibmas): Polsek Pamulang sempat menerima aduan darurat melalui nomor hotline terkait adanya “pocong bergolok” yang diduga sebagai modus pembegalan. Namun, setelah petugas menyisir lokasi, tidak ditemukan bukti apa pun dan nomor telepon pelapor langsung tidak aktif. Video tersebut juga telah disalin dan diunggah oleh pengguna dan menyatakan kejadian tersebut di daerah Pontianak.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Barat, Kapolresta Pontianak Kombes Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima satu pun laporan resmi mengenai teror pocong tersebut.

“Ya, saya mendapatkan informasi terkait adanya teror pocong yang terjadi di wilayah lain. Namun, sampai saat ini, baik di layanan laporan 110 Polresta Pontianak maupun laporan yang ada di Polres hingga Polsek, itu tidak ada sama sekali,” kata Endang di Mapolresta Pontianak, Jumat (29/5/2026).

Oleh sebab itu, Kombes Endang mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan. Pihak kepolisian sangat mengkhawatirkan dampak buruk dari peredaran isu bohong ini. Jika terus dibiarkan tanpa klarifikasi, kabar tersebut ditakutkan dapat memicu kepanikan massal, kesalahpahaman, hingga berujung pada aksi main hakim sendiri yang salah sasaran.

Masyarakat pun diminta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, terutama konten yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

(Hendrawan)