Jum, 03/07/26 · 16.53.50
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Akhiri Dualisme Organisasi, Syahrul Umam Terpilih Jadi Ketua DPD GMNI Kalbar

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 3 Juli 2026 · 22:061 menit baca
Akhiri Dualisme Organisasi, Syahrul Umam Terpilih Jadi Ketua DPD GMNI Kalbar
Konferda Persatuan GMNI Kalimantan Barat resmi memilih Syahrul Umam sebagai Ketua DPD guna mengakhiri dualisme kepengurusan organisasi. (Dok. GMNI Kalbar)

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat resmi menetapkan nakhoda baru pasca-pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan di Kota Pontianak. Momentum tersebut menetapkan Syahrul Umam sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Kalimantan Barat setelah mengantongi dukungan dari seluruh perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota.

Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi ini diinisiasi guna merespons dinamika internal sekaligus mengakhiri dualisme kepengurusan yang selama ini dinilai menghambat roda organisasi di tingkat akar rumput.

Syahrul Umam menyatakan bahwa bersatunya kembali gerbong organisasi di tingkat daerah merupakan modal krusial untuk melakukan transformasi struktural, terutama dalam mengoptimalkan potensi kader mahasiswa di Kalimantan Barat agar mampu bersaing di kancah nasional.

“Kalimantan Barat adalah wilayah yang sangat kaya akan Sumber Daya Manusia (SDM) dan memiliki potensi pemuda yang luar biasa. Potensi besar ini harus diorkestrasi dengan baik agar GMNI Kalbar mampu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, solid, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional,” ujar Syahrul Umam dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

GMNI Pontianak Desak Persatuan di Kalbar, Soroti Krisis Ekonomi dan Kesenjangan Sosial
Baca Juga

GMNI Pontianak Desak Persatuan di Kalbar, Soroti Krisis Ekonomi dan Kesenjangan Sosial

Fokus pada Penguatan Kaderisasi dan Pengawalan Kebijakan Publik
Pasca-rekonsiliasi, kepengurusan DPD GMNI Kalimantan Barat merumuskan beberapa pokok program kerja taktis. Di sektor internal, organisasi kepemudaan berbasis marhaenisme ini akan berfokus pada penguatan pola kaderisasi yang progresif dan berbasis pada peningkatan kompetensi individu anggota.

Sementara di sektor eksternal, Syahrul menegaskan bahwa GMNI Kalimantan Barat berkomitmen mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah daerah dalam mengawal implementasi berbagai kebijakan publik. Fokus pengawasan akan diarahkan pada penyelesaian isu ketimpangan sosial, tata kelola sumber daya alam, serta penyerapan potensi pemuda dalam menghadapi bonus demografi daerah.

(*Red)