Sab, 18/07/26 · 02.55.00
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

GMNI Pontianak Desak Persatuan di Kalbar, Soroti Krisis Ekonomi dan Kesenjangan Sosial

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 12 Mei 2026 · 19:341 menit baca
GMNI Pontianak Desak Persatuan di Kalbar, Soroti Krisis Ekonomi dan Kesenjangan Sosial
Ketua GMNI Pontianak Fajar mendesak DPD GMNI Kalbar segera melakukan rekonsiliasi. Ia meminta organisasi berhenti terjebak konflik internal dan fokus bantu rakyat. (Dok. HO/TNP)

Ketua DPC GMNI Pontianak, Fajar, menyoroti kebuntuan internal yang masih terjadi di tubuh GMNI Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa konflik yang berlarut-larut hanya akan memperlemah peran organisasi dalam merespons persoalan sosial dan ekonomi yang tengah menghimpit masyarakat.

Fajar mendesak agar semangat rekonsiliasi nasional yang telah dilakukan oleh DPP GMNI di Bali segera diimplementasikan di tingkat daerah. Menurutnya, ego kelompok harus dikesampingkan demi fokus pada agenda perjuangan rakyat.

“DPP GMNI telah memberikan contoh politik persatuan dan rekonsiliasi nasional. Sangat disayangkan apabila di tingkat daerah justru masih terjadi kebuntuan yang membuat organisasi kehilangan fokus terhadap agenda perjuangan rakyat,” ujar Fajar.

Ia juga mengkritisi kondisi Kalimantan Barat yang menurutnya sedang menghadapi berbagai tekanan nyata, mulai dari ketidakstabilan harga kebutuhan pokok, sulitnya lapangan kerja bagi generasi muda, hingga masalah ketimpangan sosial.

Akhiri Dualisme Organisasi, Syahrul Umam Terpilih Jadi Ketua DPD GMNI Kalbar
Baca Juga

Akhiri Dualisme Organisasi, Syahrul Umam Terpilih Jadi Ketua DPD GMNI Kalbar

“Hari ini masyarakat sedang menghadapi tekanan hidup yang nyata. Harga kebutuhan pokok tidak stabil, lapangan pekerjaan semakin sulit, angka kemiskinan dan ketimpangan sosial masih menjadi persoalan serius,” katanya.

Fajar mengingatkan bahwa GMNI memiliki tanggung jawab historis untuk menjadi pelopor gerakan yang berpihak pada rakyat kecil atau Marhaen. Oleh karena itu, konsolidasi organisasi dinilai sebagai syarat mutlak agar GMNI bisa kembali hadir di garis depan.

“Persatuan bukan hanya kebutuhan politik organisasi, tetapi syarat utama agar GMNI mampu memenangkan marhaen dan menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat hari ini,” tutup Fajar.

(Dayank Ana)