Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Dukung Mitigasi Konflik, Balai PK Pontianak Latih Mahasiswa Untan Penanganan dan Morfometri Buaya

Roska Putra
Roska Putra
Minggu, 4 Oktober 2026 · 20:151 menit baca
Dukung Mitigasi Konflik, Balai PK Pontianak Latih Mahasiswa Untan Penanganan dan Morfometri Buaya
Mahasiswa Untan dan instruktur Balai PK Pontianak melakukan pengukuran morfometri serta penanganan fisik buaya secara aman. (Dok. Instagram/@balaipkpontianak)

Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Pontianak memfasilitasi kegiatan praktik morfometri dan tata cara penanganan (handling) buaya bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) di lingkungan Kantor Balai PK Pontianak, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan kolaboratif tersebut menghadirkan praktisi penanganan konflik buaya dengan manusia, Budi Suriansyah, serta diikuti oleh pengurus dan mahasiswa BEM Fakultas Kehutanan Sylva Indonesia Pengurus Cabang Universitas Tanjungpura periode 2026/2027.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis generasi muda dalam pengukuran biometrik buaya secara akurat sekaligus menguasai prosedur mitigasi konflik satwa berisiko tinggi.

Rangkaian acara diawali dengan pengarahan keselamatan kerja (safety briefing) yang menekankan penggunaan alat pelindung diri, pemetaan zona aman, serta kesiapsiagaan darurat demi menjamin keselamatan personel dan kesejahteraan satwa (animal welfare).

Respons Laporan Warga, Balai PK Pontianak Lakukan Pemantauan dan Mitigasi Konflik Buaya di Pemangkat
Baca Juga

Respons Laporan Warga, Balai PK Pontianak Lakukan Pemantauan dan Mitigasi Konflik Buaya di Pemangkat

Selanjutnya, para peserta memperoleh materi dan praktik langsung pengukuran morfometri terstandar, mencakup panjang total tubuh (Total Length), panjang moncong hingga kloaka (Snout-Vent Length), panjang kepala, lebar moncong, serta lingkar badan.

Peserta juga mendapatkan demonstrasi serta praktik pengendalian fisik (physical restraint) di bawah pengawasan instruktur.

Selain praktik teknis, sesi dibekali dengan pemahaman mengenai faktor pemicu interaksi negatif buaya dan manusia di perairan Kalimantan Barat, identifikasi kawasan rawan, serta teknik pemindahan satwa sesuai standar operasional.

Melalui pembekalan ini, BPK Pontianak berharap sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dapat mencetak kader konservasi yang sigap dan responsif dalam mendukung perlindungan reptil air serta menjaga kelestarian ekosistem perairan.

(roska)