Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Respons Laporan Warga, Balai PK Pontianak Lakukan Pemantauan dan Mitigasi Konflik Buaya di Pemangkat

Roska Putra
Roska Putra
Sabtu, 3 Oktober 2026 · 21:451 menit baca
Respons Laporan Warga, Balai PK Pontianak Lakukan Pemantauan dan Mitigasi Konflik Buaya di Pemangkat
Petugas Tim Respons Cepat Balai PK Pontianak membentangkan spanduk imbauan kewaspadaan buaya bersama warga Pemangkat. (Dok. Instagram/@balaipkpontianak)

Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Pontianak melalui Tim Respon Cepat melangsungkan aksi pemantauan serta mitigasi konflik buaya di Desa Penjajap dan Desa Harapan, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Rabu (30/9/2026) hingga Sabtu (3/10/2026).

Langkah cepat tersebut dilaksanakan guna menindaklanjuti keresahan dan laporan masyarakat terkait kemunculan buaya di sepanjang aliran sungai pemukiman warga.

Setibanya di lokasi, Tim Respon Cepat berkoordinasi dengan Satuan Pengawasan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas PSDKP) Sambas, Dinas Perikanan Kabupaten Sambas, serta pemerintah desa setempat. Koordinasi dilakukan untuk memverifikasi titik lokasi serta memetakan pola aktivitas buaya.

Penyisiran lapangan difokuskan pada malam hari dengan melintasi aliran sungai sepanjang 4,4 kilometer di Desa Lonam, Desa Harapan, dan Desa Penjajap. Sebanyak 10 personel gabungan dikerahkan menggunakan empat unit perahu motor.

Dukung Mitigasi Konflik, Balai PK Pontianak Latih Mahasiswa Untan Penanganan dan Morfometri Buaya
Baca Juga

Dukung Mitigasi Konflik, Balai PK Pontianak Latih Mahasiswa Untan Penanganan dan Morfometri Buaya

Dari hasil pemantauan malam, tim menemukan satu ekor anakan buaya muara (Crocodylus porosus) dengan estimasi panjang 35 sentimeter. Selain itu, tim mengidentifikasi bahwa area vegetasi di sepanjang sungai merupakan habitat alami buaya yang kawasannya beririsan langsung dengan aktivitas perikanan warga.

Sebagai langkah antisipasi, tim memberikan sosialisasi mengenai pola perilaku buaya, pentingnya menjaga kebersihan sungai, serta langkah awal dalam menghindari interaksi negatif. Petugas juga memasang media imbauan berupa spanduk peringatan di titik-titik rawan.

Melalui sinergi antarlembaga ini, BPK Pontianak terus mendorong penanganan konflik satwa secara terukur demi menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memelihara kelestarian biota yang dilindungi.

(roska)