Jum, 17/07/26 · 04.50.17
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Bantah Dicoret dari PSN, DPR Sebut Tol Pontianak-Kijing Baru Tahap Studi Kelayakan dan Bidik Investor

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 15 Juli 2026 · 18:552 menit baca
Bantah Dicoret dari PSN, DPR Sebut Tol Pontianak-Kijing Baru Tahap Studi Kelayakan dan Bidik Investor
Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie bantah Tol Pontianak-Kijing dicoret dari PSN. Proyek tol dan Jembatan Kapuas III kini bidik investor swasta. (Dok. Hendrawan/Nusantaraa Post)

Realisasi pembangunan Jalan Tol Pontianak–Pelabuhan Kijing dan Jembatan Kapuas III bergantung pada masuknya pendanaan investasi pihak ketiga. Keterbatasan ruang fiskal negara akibat dinamika geopolitik global membuat proyek infrastruktur penghubung logistik utama di Kalimantan Barat tersebut belum dapat diakomodasi sepenuhnya oleh APBN.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi V sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie. Ia sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai status hukum pengerjaan Tol Pontianak–Kijing dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Syarif menjelaskan bahwa proyek tol tersebut belum pernah masuk ke dalam daftar PSN resmi pemerintah pusat, melainkan masih berada pada tahap pembahasan awal serta kajian teknis kementerian.

Bahas APBN 2027: Fiskal Kalbar Terhimpit Susutnya Transfer Pusat 19,4 Persen dan Beban Gaji 50 Persen APBD
Baca Juga

Bahas APBN 2027: Fiskal Kalbar Terhimpit Susutnya Transfer Pusat 19,4 Persen dan Beban Gaji 50 Persen APBD

“Jadi begini, Tol Pontianak (menuju Kijing) itu kita usulkan dan memang sudah ada pembahasan di Komisi V DPR RI. Namun, statusnya saat ini baru pada tahap studi kelayakan (Feasibility Study/FS). Jadi, kalau ada yang mengatakan dicoret dari PSN, itu tidak benar karena memang belum masuk daftar PSN,” ujar Syarif Abdullah Alkadrie saat memberikan klarifikasi di Balai Petitih, Rabu, (15/7/2026).

Integrasi Jembatan Kapuas III dan Skema Kerja Sama Swasta
Kendati belum berstatus PSN, jalur penghubung Kota Pontianak menuju Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tersebut dinilai mendesak. Pembatasan kapasitas arteri jalan nasional yang ada saat ini berpotensi memicu kemacetan parah di koridor logistik regional seiring meningkatnya aktivitas pelabuhan.

Berdasarkan cetak biru perencanaan, jalur bebas hambatan ini dirancang terintegrasi dengan proyek pembangunan Jembatan Kapuas III guna mengurai beban arus lalu lintas kendaraan di pinggiran kota.

“DED (Detail Engineering Design) untuk Jembatan Kapuas III sebenarnya sudah selesai. Tetapi kembali lagi, semuanya bermuara pada kemampuan fiskal kita. Dengan kondisi dunia saat ini, terjadinya ketegangan geopolitik global tentu sangat memengaruhi postur dan kemampuan fiskal negara,” jelas legislator asal Kalimantan Barat tersebut.

Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen, Tertinggi di Pulau Kalimantan
Baca Juga

Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen, Tertinggi di Pulau Kalimantan

Menyikapi keterbatasan pagu anggaran negara, otoritas parlemen mendorong pemerintah untuk mengintensifkan penawaran proyek Tol Pontianak–Kijing dan Jembatan Kapuas III kepada sektor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Sekarang untuk jalan tol itu, kita sangat berharap ada pihak ketiga (investor) yang bisa masuk untuk melaksanakan pembangunan. Kita akan dorong terus karena akses dari Pontianak ke Kijing ini sangat vital karena di sana ada pelabuhan internasional. Jika jalan yang ada sekarang dipaksakan untuk menampung seluruh mobilitas yang mulai efektif berjalan, tentu akan mengalami kemacetan parah,” pungkas Syarif Abdullah Alkadrie.

(Hendrawan)