Sab, 18/07/26 · 02.55.07
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

“BORNEO UNLOCK”: Pameran Seni Untan Buka Ruang Kreativitas Anak Disabilitas

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 15 Mei 2026 · 13:293 menit baca
“BORNEO UNLOCK”: Pameran Seni Untan Buka Ruang Kreativitas Anak Disabilitas
UKM Seni Sarang Semut Untan menggelar pameran Borneo Metamorfosa ke-5 bertema “BORNEO UNLOCK”. Pameran ini melibatkan anak disabilitas untuk memajukan seni lokal Kalbar. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Sarang Semut (SS) Universitas Tanjungpura kembali menghadirkan rangkaian pameran seni rupa Borneo Metamorfosa di Aula PKM Untan bersama anak-anak disabilitas, Kamis (14/5/2026). Pameran ini menjadi pameran yang kelima setelah tahun sebelumnya sukses dilaksanakan memakai nama yang sama. Pameran ini menjadi wadah kolaborasi antara Komunitas Mahasiswa Seni Sarang Semut dengan Serupa Kalbar.

Pameran yang dibuka dari tanggal 13-17 Mei tersebut mengangkat tema “BORNEO UNLOCK: Lokalitas Dalam Wacana Modernitas” sebagai ruang pembacaan ulang terhadap identitas Kalimantan Barat di tengah perubahan zaman yang terus bergerak. Sebanyak puluhan seni visual dari berbagai seniman di Kalimantan Barat dipamerkan.

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Serupa Kalbar, Puji Rahayu, pameran Borneo Metamorfosa sekarang ini bermaksud untuk menyikapi tentang budaya lokal yang ada di Kalimantan Barat, khususnya dalam bentuk seni visual.

“Ini kalau saya sebutkan, Borneo Metamorfosa itu sebenarnya lebih kepada bagaimana kita menyikapi tentang budaya lokal yang ada di Kalimantan Barat, khususnya dalam bentuk gambar,“ ujar Puji Rahayu saat diwawancarai.

Kolaborasi Adat Budaya dan Seni Budaya Dayak Kanayatn, Naik Dango ke-3 Pontianak Kembali Terselenggara
Baca Juga

Kolaborasi Adat Budaya dan Seni Budaya Dayak Kanayatn, Naik Dango ke-3 Pontianak Kembali Terselenggara

Terdapat hal baru dalam rangkaian Borneo Metamorfosa tahun ini, yakni tak sekadar pameran seni rupa, namun ada juga workshop serta belajar menggambar bagi anak-anak disabilitas. Puji menjelaskan saat ini mereka ingin memberikan ruang kepada lima sekolah disabilitas yang ada di Pontianak dan Kubu Raya untuk belajar langsung bersama seniman serta membuka kesempatan kepada anak disabilitas untuk meningkatkan potensi yang ada.

“Terus tahun ini kita melibatkan anak disabilitas itu, satu karena memang kami ingin memberikan ruang untuk lima sekolah disabilitas yang ada di Pontianak dan Kubu Raya, jadi masing-masing sekolah bisa mengirimkan perwakilan. Dan selanjutnya siapa tahu dari mereka ternyata punya potensi yang lain, karena ada ajang juga kan untuk disabilitas,” ungkap Puji Rahayu.

Dalam pelaksanaan pameran ini, Serupa Kalbar bekerja sama dengan UKM Seni Sarang Semut, Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, serta Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kalbar, yakni SLB Negeri Rasau Jaya, SLB C Kinasih, SLB B Dharma Asih, SLB C Dharma Asih, dan SLB B Ibu Bahagia.

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T
Baca Juga

Audiensi dengan Pertamina, Bupati Ketapang Fokuskan Pemenuhan BBM untuk Sektor Perikanan dan Kawasan 3T

Wondo, Ketua Sarang Semut, menjelaskan dalam proses pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya memerlukan waktu seminggu yang dimulai dari minggu sebelumnya hingga pembukaan. Proses display juga dilaksanakan bersama-sama dengan Serupa dan teman-teman Sarang lainnya.

“Kalau proses itu pertama kami tidak ada proses yang terlalu panjang, kayak H min seminggu itu baru mulai dari hari persiapan hingga pembukaan kemarin,” ujar Wondo.

Dalam rangkaian pameran ini, Wondo juga menyampaikan bahwa antusiasme dari khalayak umum juga lumayan ramai, termasuk dari anak-anak hingga komunitas seni. Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa pameran ini cukup memberikan kesan bagi penikmat pameran visual.

“Untuk tanggapannya, karena mungkin kemarin di hari pembukaan itu lumayan ramai juga dari anak-anak, terus dari komunitas-komunitas, mahasiswa, sama masyarakat umum juga. Kalau dilihat sekilas itu memang nampaknya lumayan berkesan bagi mereka lukisan-lukisan kali ini di pameran drawing kali ini,” ungkap Wondo.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan harapannya untuk pameran Borneo Metamorfosa ini dapat kembali menghidupkan ekosistem seni terutama tentang kebudayaan lokal, serta membuka ruang bagi siapa pun untuk dapat berpartisipasi dalam menyelenggarakan acara yang berbau kebudayaan lokal.

“Harapannya sih mungkin kembali menghidupkan ekosistem berkesenian terutama yang berkaitan dengan kebudayaan lokal. Semoga kawan-kawan yang lain, komunitas di luar, perseorangan maupun siapa pun yang ada di luar kami bisa ikut berpartisipasi atau ikut sertalah dalam menyelenggarakan acara yang berbau kebudayaan Kalimantan Barat,” ujar Wondo.

(Hendrawan)