Tumpukan cabai di lapak Pasar Flamboyan, Pontianak, dengan label harga Rp70.000 per kilogram, Senin (25/5/2026). (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)
Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Flamboyan Pontianak naik menjelang Idul Adha1447 H. Daging sapi segar kini diperdagangkan di kisaran Rp170.000 per kilogram, naik dari posisi Rp150.000–Rp160.000 pekan sebelumnya. Cabai melonjak lebih tinggi, dari Rp40.000–Rp45.000 menjadi Rp70.000–Rp80.000 per kilogram.
Ketua Kelompok Pedagang Daging Pasar Flamboyan, Haji Munaji, menyebut kenaikan harga daging masih dalam batas wajar dan memperkirakan tidak akan melampaui Rp170.000 per kilogram hingga hari raya.
“Kalau ada kenaikan paling di angka Rp10.000. Sementara yang stabil itu Rp150.000–Rp160.000. Maksimal mungkin Rp170.000 per kilo,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Yang menarik justru bukan kenaikan harganya, melainkan pelambatan permintaan yang tidak lazim untuk musim menjelang hari raya.
Munaji mencatat, pada H-2 menjelang Idul Adha tahun-tahun sebelumnya permintaan biasa melonjak 60–70 persen. Kali ini kenaikannya hanya sekitar 50 persen.
“Permintaan konsumen memang agak berkurang, tidak seperti biasanya. Kalau sudah mau menjelang hari raya, konsumen meningkat sampai 60–70 persen di H-3, H-2. Ini untuk H-2 saja masih paling meningkatnya hanya 50 persen,” kata Munaji.
Ia mengaitkan pelambatan ini dengan pelemahan daya beli masyarakat yang turut dipengaruhi tekanan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah pedagang dan pembeli terlihat di lapak daging sapi Pasar Flamboyan, Pontianak, Senin (25/5/2026). (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)
Di lapak cabai, kenaikan harga terasa lebih signifikan. Anna, pedagang cabai di Pasar Flamboyan, menyebut harga cabai naik hampir dua kali lipat dalam sepekan terakhir akibat pasokan dari daerah sentra produksi yang tidak stabil.
“Kemarin Rp45.000–Rp60.000, sekarang sudah Rp70.000 lebih. Tergantung pasokan masuk. Kalau pasokannya kurang, ya naik,” ujarnya.
Kenaikan harga memaksa sebagian konsumen menyesuaikan pilihan. Emi, salah seorang pembeli, mengaku kaget dengan harga daging sapi yang naik signifikan dibanding dua pekan lalu. Meski tradisi keluarganya mengonsumsi daging sapi saat Idul Adha, ia memilih daging ayam sebagai alternatif.
“Kalau Idul Adha sudah tradisi, biasanya daging sapi. Kambing malah lebih mahal lagi, Rp170.000–Rp180.000. Jadi walaupun alternatif, paling ayam gantinya,” tuturnya.
Tomy, pedagang sembako, menyebut harapan paling realistis saat ini bukan penurunan harga, melainkan jaminan ketersediaan stok. Menurutnya, selama pasokan beras, minyak goreng, dan telur tetap lancar, situasi masih terkendali.
“Yang penting jangan sampai stok kosong. Kalau sekarang aman beras, minyak, telur semua ada. Kalau harapan turun ya tidak mungkin,” pungkasnya.