Kota Pontianak resmi menjadi titik kumpul para kepala daerah se-Kalimantan dalam agenda Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah V APEKSI Regional Kalimantan. Pertemuan besar yang berlangsung mulai 22 hingga 24 Mei 2026 ini dimanfaatkan Pemkot Pontianak untuk mempromosikan potensi wisata lokal kepada para tamu delegasi.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dalam sambutannya saat jamuan makan malam di Hotel Novotel Pontianak, mengajak seluruh peserta untuk tidak melewatkan pengalaman mengeksplorasi kekhasan kota di sela-sela agenda rapat yang padat.
“Selamat datang di Bumi Khatulistiwa. Kami berharap seluruh peserta bisa menikmati suasana kota selama rangkaian kegiatan berlangsung,” ujar Edi, Jumat (22/5/2026).
Selain statusnya sebagai Kota Khatulistiwa, Edi secara khusus menonjolkan kekuatan kuliner Pontianak yang beragam. Ia mendorong para tamu, baik yang baru pertama kali berkunjung maupun yang sudah sering datang, untuk mencicipi hidangan khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Uji Laboratorium DLH: Kualitas Air Parit di Pontianak Meningkat 50 Persen Usai Diberi Eco Enzyme
Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah budaya “ngopi” yang sudah mendarah daging di Pontianak. Kota ini memang dikenal dengan julukan Kota Seribu Warung Kopi, di mana interaksi sosial warga paling banyak terjadi di sana.
“Silakan menikmati kuliner kami, atau sekadar nongkrong di warung kopi bersama masyarakat. Budaya ngopi di sini sudah menjadi ciri khas yang sangat melekat,” tambahnya.
Melalui momentum APEKSI ini, Pontianak berharap hubungan kerja sama antar-pemerintah kota di Kalimantan semakin kuat, sekaligus menjadi ajang pembuktian potensi ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
