Sab, 18/07/26 · 02.47.59
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Uji Laboratorium DLH: Kualitas Air Parit di Pontianak Meningkat 50 Persen Usai Diberi Eco Enzyme

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 17 Juli 2026 · 14:552 menit baca
Uji Laboratorium DLH: Kualitas Air Parit di Pontianak Meningkat 50 Persen Usai Diberi Eco Enzyme
Hasil laboratorium DLH Kota Pontianak membuktikan kadar oksigen DO naik dan polutan nitrat turun 50% di parit kota akibat penggunaan eco enzyme. (Dok. Prokopim Pontianak)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak merilis hasil uji laboratorium terkait pemanfaatan cairan organik eco enzyme pada jaringan drainase perkotaan. Berdasarkan indikator sampel ilmiah, kualitas air di Parit Sungai Bangkong mengalami perbaikan parameter ekosistem antara 30 hingga 50 persen pasca-aplikasi zat organik tersebut.

Zat pembersih organik hasil fermentasi limbah domestik itu sebelumnya ditaburkan di parit Jalan Alianyang sekitar dua hingga tiga pekan lalu. Pemantauan berkala menunjukkan perbaikan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) dari posisi awal 0,42 miligram per liter naik menjadi 0,54 miligram per liter. Selain itu, angka parameter pencemaran Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) tercatat turun 10 hingga 40 persen.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan temuan data klinis perairan ini bertepatan dengan agenda penaburan lanjutan yang melibatkan ratusan pelajar di Parit Jalan HOS Cokroaminoto, Jumat, (17/7/2026).

“Setelah dilakukan pengujian laboratorium, terdapat peningkatan kualitas air. Kadar oksigen yang sebelumnya rendah mengalami peningkatan, begitu juga indikator lainnya. Secara keseluruhan ada peningkatan kualitas sekitar 30 hingga 50 persen. Kita terus mengajak para pelajar, mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK untuk bersama-sama menjaga lingkungan, baik di sekolah, lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan di sekitar mereka,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Soroti Minimnya Transparansi Yayasan dan Manajemen Keuangan SMK Koperasi Pontianak: Dekopinwil Kalbar Ungkap Adanya Dugaan Penyelewengan Dana
Baca Juga

Soroti Minimnya Transparansi Yayasan dan Manajemen Keuangan SMK Koperasi Pontianak: Dekopinwil Kalbar Ungkap Adanya Dugaan Penyelewengan Dana

Reduksi Polutan Nitrat dan Keterlibatan Sektor Pendidikan Adiwiyata
Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono menjelaskan bahwa fluktuasi penurunan parameter kimiawi air tersebut mengindikasikan adanya respons biologi yang bekerja aktif pada perairan sedimentasi tinggi.

“Hasil laboratorium juga menunjukkan kadar nitrat turun hingga mendekati 50 persen. Ini menjadi indikator bahwa kandungan nutrien penyebab pencemaran mulai berkurang sehingga potensi pertumbuhan alga secara berlebihan juga semakin kecil,” ungkap Syarif Usmulyono, Pihaknya memastikan DLH akan menguji berkala air parit guna menjamin konsistensi tren perbaikan lingkungan makro kota.

Dalam agenda pelestarian tersebut, Pemerintah Kota Pontianak mengintegrasikan aksi pemulihan sungai dengan kurikulum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat menengah. Sebanyak 386 liter cairan eco enzyme yang diaplikasikan ke parit kota merupakan produk mandiri rakitan dewan guru dan siswa SMP Negeri 1 Pontianak yang diolah sejak Februari 2026.

Panen Raya Kalbar, Pemkot Pontianak Dorong Pameran Flora Fauna Jadi Agenda Tahunan
Baca Juga

Panen Raya Kalbar, Pemkot Pontianak Dorong Pameran Flora Fauna Jadi Agenda Tahunan

Kepala SMP Negeri 1 Pontianak Kiswanti menyatakan langkah praktik ini merupakan bagian dari persiapan sekolah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.

“Kami tidak hanya menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, saling menghargai, dan saling memuliakan, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satunya melalui penaburan ekoenzim,” terang Kiswanti.

Aksi pembersihan parit dari zat kimia detergen dan limbah domestik ini mendapat respons langsung dari para peserta didik baru yang terlibat di lapangan.

“Eco enzyme memiliki banyak manfaat, seperti membantu menjernihkan selokan yang tercemar dan membunuh kuman. Kami senang terlibat dalam aksi ini sebagai bentuk kepedulian lingkungan,” kata siswi kelas VIII C SMP Negeri 1 Pontianak Christine Agusta Putri Irawan bersama rekannya, Isabel Dhani Pudiarjo.

(Hendrawan)