Min, 12/07/26 · 09.14.02
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Jaga Nilai Multikultural, Zulfan dan Nurhaliza Terpilih Duta Lanceng Praben 2026

Tony
Tony
Minggu, 12 Juli 2026 · 14:411 menit baca
Jaga Nilai Multikultural, Zulfan dan Nurhaliza Terpilih Duta Lanceng Praben 2026
Muhammad Zulfan Salis dan Nurhaliza resmi dinobatkan sebagai Duta Lanceng dan Praben Pontianak 2026 di PCC. Pemkot rencanakan Pekan Budaya Madura. (Dok. Prokopim Pontianak)

Pemerintah Kota Pontianak resmi menobatkan Muhammad Zulfan Salis dan Nurhaliza sebagai Duta Lanceng dan Praben Kota Pontianak Tahun 2026. Penobatan ini menandai dimulainya fase baru pelibatan generasi muda dalam struktur promosi wisata berbasis sub-etnis pada wilayah perkotaan Khatulistiwa.

Pengesahan status pemenang tersebut diputuskan dalam malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Lanceng dan Praben yang diselenggarakan di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Sabtu, (11/7/2026) malam.

Pasangan terpilih berhasil menyisihkan puluhan finalis lainnya setelah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat yang menguji penguasaan wawasan pariwisata, kemampuan komunikasi publik, serta komitmen terhadap pelestarian tradisi Madura di tingkat lokal.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan bahwa kompetisi tahunan ini bukan sekadar ajang unjuk bakat kepemudaan, melainkan instrumen strategis untuk merawat stabilitas sosial di tengah dinamika kota multikultural.

Muswil Parlemen Mahasiswa di Polnep, Polda Kalbar Minta Kritik Konstruktif
Baca Juga

Muswil Parlemen Mahasiswa di Polnep, Polda Kalbar Minta Kritik Konstruktif

“Ajang ini bukan sekadar memilih putra-putri terbaik, tetapi menjadi sarana bagi generasi muda untuk menjaga, merawat, dan mempromosikan tradisi serta adat Madura yang tumbuh dan berkembang di Kota Pontianak,” ujar Bahasan.

Penguatan Toleransi Antarsuku dan Rencana Pekan Budaya Madura
Bahasan menjabarkan, representasi pemuda sebagai duta kebudayaan sangat dibutuhkan untuk menjadi jembatan komunikasi dan memperkuat nilai persatuan lintas etnis yang hidup berdampingan di wilayah Kalimantan Barat.

Otoritas daerah menuntut para pemenang untuk mampu menjaga marwah tradisi sekaligus menjadi figur teladan yang aktif memberikan sumbangsih nyata dalam bidang ekonomi kreatif perdesaan maupun perkotaan.

Bahas Hak Masyarakat Adat, Tokoh Parlemen dan Aktivis Kumpul di Untan
Baca Juga

Bahas Hak Masyarakat Adat, Tokoh Parlemen dan Aktivis Kumpul di Untan

“Jadilah penyambung lidah budaya, perkuat silaturahmi dengan semua suku, dan berikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Pontianak,” pesan Bahasan.

Guna mendukung keberlanjutan program pelestarian ini, Pemerintah Kota Pontianak menyatakan komitmennya untuk mengesahkan agenda baru dalam kalender pariwisata daerah. Pemerintah daerah merencanakan penyelenggaraan Pekan Budaya Madura secara berkala pada masa mendatang.

Langkah taktis tersebut diproyeksikan menjadi wadah komunal yang lebih luas guna mengintegrasikan potensi tradisi, seni pertunjukan, dan nilai sejarah lokal ke dalam sistem ketahanan budaya regional.

(Tony)