Sab, 18/07/26 · 04.36.48
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Matthew Air Nusantara Dievakuasi Menggunakan Heli Caracal ke Bandara Supadio

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Jumat, 17 April 2026 · 11:521 menit baca
Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Matthew Air Nusantara Dievakuasi Menggunakan Heli Caracal ke Bandara Supadio
Personel Yon Parako 466 Pasgat dan Basarnas mengevakuasi jenazah korban helikopter PK-CFX Matthew Air Nusantara di dalam helikopter Caracal dalam penerbangan evakuasi menuju Bandara Supadio, Pontianak. (Dok. Prihat/TNP)

Nusantarapost.news, Kalimantan Barat – Proses evakuasi korban jatuhnya helikopter PK-CFX milik Matthew Air Nusantara terus berlangsung. Seluruh korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh tim SAR gabungan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Danyon Parako 466 Pasgat Letkol Pas Adim Dwi Prasanda mengonfirmasi bahwa jenazah para korban dievakuasi menggunakan helikopter Caracal menuju Bandara Supadio, Pontianak.

Selama proses penerbangan, dua personel Yon Parako 466 Pasgat dan satu personel Basarnas turut mendampingi jenazah di dalam kabin helikopter.

“Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi cuaca yang kadang-kadang berubah dengan cepat, sehingga segala kegiatan yang dilaksanakan harus mengutamakan safety,” ujar Letkol Pas Adim di lokasi evakuasi.

Tujuh Hari Nihil, Operasi Pencarian Pemancing Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya Dihentikan
Baca Juga

Tujuh Hari Nihil, Operasi Pencarian Pemancing Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya Dihentikan

Selain jenazah korban, serpihan helikopter PK-CFX juga akan diamankan dari lokasi kejadian di Kabupaten Sekadau. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi baik korban maupun bangkai pesawat masih terus berlangsung.

Letkol Pas Adim memastikan pasukannya akan tetap siaga dan siap menambah personel apabila dibutuhkan selama operasi evakuasi berlangsung.

Penemuan seluruh korban merupakan hasil kerja tim SAR gabungan darat yang bergerak sejak detik pertama informasi kecelakaan diterima. Tim gabungan ini terdiri dari personel Brimob Polda Kalbar, Polres Sintang, Kodim dan Koramil terdekat, serta Basarnas.

(Prihat)