Sab, 18/07/26 · 02.54.57
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Kalimantan Tribute 2026 Finish di Tugu Khatulistiwa, Wali Kota Edi: Ceritakan Pontianak kepada Dunia

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Sabtu, 9 Mei 2026 · 16:021 menit baca
Kalimantan Tribute 2026 Finish di Tugu Khatulistiwa, Wali Kota Edi: Ceritakan Pontianak kepada Dunia
Peserta Kalimantan Tribute 2026 menyerahkan cendera mata berupa peta ekspedisi bertuliskan “I Have Crossed The Equators” kepada Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di kawasan Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026). (Dok. HO/TNP)

Setelah menempuh ribuan kilometer melintasi daratan Kalimantan, 160 peserta Kalimantan Tribute 2026 mengakhiri perjalanan mereka di Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, hadir langsung menyambut kedatangan para peserta ekspedisi lintas Borneo menggunakan kendaraan 4×4 tersebut.

Dari 160 peserta yang menuntaskan perjalanan, 15 di antaranya berasal dari mancanegara dan 145 dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi Edi, kehadiran peserta lintas negara dan provinsi itu bukan hal kecil.

“Merupakan satu kehormatan bagi kami bahwa ekspedisi lintas Borneo ini memilih Tugu Khatulistiwa sebagai titik finish perjalanan,” ujarnya.

Ia menilai Kalimantan Tribute bukan sekadar ajang otomotif. Perjalanan menembus medan berat Kalimantan, katanya, adalah ujian mental, fisik, sekaligus spiritual sebuah cara menjelajahi kekayaan Borneo yang tidak bisa digantikan oleh cara lain.

HUT Ke-80 Bhayangkara, Kapolda Kalbar Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis
Baca Juga

HUT Ke-80 Bhayangkara, Kapolda Kalbar Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis

Menyambut para peserta yang telah menempuh perjalanan panjang, Edi tidak lupa mempromosikan Pontianak sebagai lebih dari sekadar titik finis.

Ia mengajak peserta untuk benar-benar menikmati kota yang dilalui garis khatulistiwa ini sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

“Silakan nikmati kopi yang ada di warung kopi maupun coffee shop di kota ini, atau ingin mencoba kuliner yang banyak tersedia di penjuru kota, dan rasakan sensasi menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia,” pesannya.

Pontianak, katanya, bukan sekadar kota persinggahan. Ada kekayaan budaya, kuliner khas, dan situs sejarah yang sudah dikenal dunia semua siap dinikmati.

Empat Tahun Absen, PWNU Kalbar Pertanyakan Alokasi Hibah Bansos Pemprov
Baca Juga

Empat Tahun Absen, PWNU Kalbar Pertanyakan Alokasi Hibah Bansos Pemprov

Edi menutup sambutannya dengan pesan yang ditujukan langsung kepada seluruh peserta sebuah titipan untuk disebarkan ke negara dan daerah asal masing-masing.

“Ceritakan kepada dunia bahwa di tengah Pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang membelah garis khatulistiwa dengan penuh harmoni, yaitu Pontianak,” tutupnya.

(Rudi)