Min, 09/08/26 · 12.24.19
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Karhutla Enam Hektare Ancam Perumahan di Kubu Raya, Petugas Sekat Kobaran Api

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Minggu, 9 Agustus 2026 · 18:221 menit baca
Karhutla Enam Hektare Ancam Perumahan di Kubu Raya, Petugas Sekat Kobaran Api
Karhutla seluas 6 hektare melanda dekat Perumahan Seruat Mansion Desa Limbung Kubu Raya. Tim gabungan lakukan penyekatan dan pendinginan lahan. (Dok. Polres Kubu Raya)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas enam hektare melanda kawasan tak jauh dari Perumahan Seruat Mansion, Jalan Angkasa Pura, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu, (8/8/2026).

Kobaran api cepat membesar dan meluas lantaran dipicu oleh tiupan angin kencang serta hambatan jarak ke sumber air penyuplai.

Insiden kebakaran tersebut awalnya ditemukan oleh Tim Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Polres Kubu Raya saat menggelar patroli wilayah.

Petugas langsung mengoperasikan empat unit mesin Robin, membentangkan 42 selang, empat nozzle, dan empat selang hisap demi mengalirkan air ke pusat kobaran.

Kepala BNPB Tinjau Pemadaman Karhutla Gambut di Kubu Raya
Baca Juga

Kepala BNPB Tinjau Pemadaman Karhutla Gambut di Kubu Raya

Guna mencegah jilatan api merembet ke kawasan permukiman warga, tim KRYD berkoordinasi dengan BNPB Kubu Raya, BPBD, serta Koramil 05/Sungai Raya untuk melakukan pemadaman sekaligus penyekatan lahan.

Langkah penyekatan difokuskan untuk melokalisasi pergerakan titik api yang terus menjalar mengikuti tiupan angin.

“Tim gabungan terus melakukan penyemprotan dan pemadaman, sekaligus penyekatan agar kebakaran tidak meluas ke lahan lain maupun mendekati permukiman masyarakat,” kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Ade, Minggu, (9/8/2026).

Dua Tahun Jalan Rusak, Warga Komplek Kanayaqueen Kubu Raya Bergotong Royong Swadaya
Baca Juga

Dua Tahun Jalan Rusak, Warga Komplek Kanayaqueen Kubu Raya Bergotong Royong Swadaya

Proses penanganan di lapangan diakui menghadapi kendala teknis akibat minim dan jauhnya sumber pasokan air dari lokasi kebakaran.

Meskipun kobaran utama berhasil ditekan di beberapa titik, potensi kemunculan api susulan dari bara yang tersisa di dalam tanah gambut tetap diwaspadai.

“Api belum dapat dipadamkan seluruhnya karena lahan yang terbakar cukup luas. Di beberapa lokasi masih terdapat bara api yang cukup besar dan mengeluarkan asap. Bara tersebut sewaktu-waktu dapat kembali menyala,” jelas Ade.

Upaya pendinginan (cooling down) serta penyiraman intensif terus dilakukan oleh petugas gabungan hingga bara api di bawah permukaan benar-benar padam total.

Penyiagaan personel di sekitar Perumahan Seruat Mansion tetap diperketat guna mengantisipasi perubahan arah angin yang berpotensi membawa kembali kobaran api ke arah pemukiman.

(Rudi)