Sab, 06/06/26 · 13.40.33
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026, Musisi Jalanan Pontianak Minta Pemerintah Siapkan Wadah Seni

Hendrawan
Hendrawan
Sabtu, 6 Juni 2026 · 19:302 menit baca
Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026, Musisi Jalanan Pontianak Minta Pemerintah Siapkan Wadah Seni
Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Pontianak meminta Pemkot menyediakan wadah seni permanen di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di TPA Batulayang. (Dok. Hendrawan)

Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Pontianak berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk memberikan atensi nyata berupa akomodasi ruang publik khusus. Fasilitas tersebut dinilai krusial sebagai wadah permanen bagi para pelaku musik jalanan untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan kreativitas seni mereka.

Aspirasi tersebut mencuat di sela-sela keterlibatan mereka dalam menyemarakkan peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batulayang, Sabtu (6/6/2026).

Kampanye Lingkungan Lewat Jalur Seni

Kehadiran para musisi jalanan dalam agenda ini bukan sekadar sebagai pengisi acara hiburan semata. DLH Kota Pontianak sengaja menggandeng komunitas seni jalanan sebagai mitra strategis untuk mengampanyekan isu-isu ekologis lewat pendekatan budaya dan musik, guna menyentuh kesadaran kolektif masyarakat secara lebih humanis. Melalui lirik dan pesan yang disuarakan di atas panggung informal TPA Batulayang, para musisi ini ikut andil menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian alam urban.

Ardhy, yang akrab disapa Bang Black, selaku perwakilan musisi dari KPJ Kota Pontianak, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara komunitasnya dan DLH sebenarnya telah mengakar kuat. Kendati demikian, ia berharap langkah akomodatif ini dapat diangkat ke tataran kebijakan daerah yang lebih struktural.

HUT Ke-63 Fakultas Pertanian Untan, Gubernur Kalbar Dorong Inovasi Pangan Ramah Lingkungan
Baca Juga

HUT Ke-63 Fakultas Pertanian Untan, Gubernur Kalbar Dorong Inovasi Pangan Ramah Lingkungan

“Harapan saya, mudah-mudahan ada perhatian lebih dari pemerintah. Kami membutuhkan tempat atau wadah representatif agar bisa selalu aktif dan produktif dalam dunia bermusik,” ujar Ardhy saat ditemui di lokasi acara.

Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada DLH Kota Pontianak yang secara konsisten merangkul para musisi marginal dalam berbagai agenda daerah. Momentum HLH kali ini diharapkan menjadi titik balik (turning point) bagi para musisi jalanan untuk kembali eksis setelah sempat mengalami fase vakum dari panggung publik.

“Setiap ada kegiatan DLH, kami memang selalu diundang untuk tampil,” tambahnya.

Menolak Generalisasi Negatif

Di sisi lain, Ardhy memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti urgensi dekonsentrasi stigma sosial yang kerap menyudutkan profesi musisi jalanan. Pihaknya menyayangkan sentimen miring dari masyarakat yang memukul rata seluruh pencinta musik jalanan akibat tindakan indisipliner segelintir oknum.

Hari Lingkungan Hidup, Pemkot Pontianak Galakkan Gerakan Satu Rumah Satu Pohon
Baca Juga

Hari Lingkungan Hidup, Pemkot Pontianak Galakkan Gerakan Satu Rumah Satu Pohon

Menurutnya, insiden pengamen yang dinilai tidak profesional atau memicu gangguan ketertiban di lapangan mutlak merupakan manifestasi perilaku personal, bukan representasi dari marwah komunitas secara kolektif.

“Jika ada pengamen yang tidak profesional atau memicu kegaduhan, itu murni ulah oknum perorangan. Jangan melibatkan atau menyalahkan seluruh komunitas, karena realitasnya tidak semua seperti itu,” pungkas Ardhy tegas.

(Hendrawan)