Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mendeteksi lonjakan timbulan sampah perkotaan hingga mencapai 20 persen dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan drastis ini dipicu oleh limbah organik musiman akibat panen komoditas buah secara serentak yang membebani daya tampung tempat pembuangan sementara (TPS).
Guna mengantisipasi hambatan logistik kebersihan, otoritas terpaksa menambah frekuensi armada pengangkutan (ritasi) serta memberlakukan sistem kerja lembur bagi personel lapangan.
Kepala DLH Kota Pontianak Usmulyono mengungkapkan, penumpukan material organik di sejumlah titik padat penduduk sudah berada pada level di luar kapasitas penanganan manual, sehingga membutuhkan intervensi mekanis.
“Tahun ini luar biasa. Semua buah turun pada bulan-bulan ini, sehingga kami mendapat limpahan pekerjaan. Paling tidak sekarang ada peningkatan sekitar 20 persen. Kami terpaksa menambah armada angkutan, jumlah ritasi, dan petugas kami lemburkan. Kadang-kadang di satu daerah, tenaga manusia tidak cukup lagi, sehingga kami sudah menggunakan alat berat,” ujar Usmulyono, Sabtu (11/7/2026).

