Sel, 23/06/26 · 11.05.13
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pemancing Hilang Diterkam Buaya di Perairan Batu Ampar Kubu Raya

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 23 Juni 2026 · 14:452 menit baca
Pemancing Hilang Diterkam Buaya di Perairan Batu Ampar Kubu Raya
Seorang pemancing bernama Sulyadi hilang diterkam dan diseret buaya di perairan Batu Ampar, Kubu Raya. Tim gabungan Polsek dan Pol Airud lakukan pencarian masif. (Dok. Polres Kubu Raya)

Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diterkam dan diseret buaya muara saat sedang memancing di kawasan perairan sungai Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/6/2026) sekira pukul 17.00 WIB.

Kepala Polsek Batu Ampar Iptu Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade membenarkan adanya insiden tersebut. Pihak kepolisian saat ini telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian guna memetakan kronologis hilangnya korban.

Peristiwa bermula ketika seorang warga bernama Abdul Wahab berangkat menggunakan Sampan Robin dari Desa Sungai Kerawang menuju lokasi Tanjung Bakau pada pukul 16.00 WIB untuk mengantarkan pasokan minyak dan rokok kepada korban.

“Di lokasi kejadian, korban terlihat sedang berada di atas Sampan Robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sangat dekat, hanya berkisar kurang lebih 20 meter. Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan Sampan Robin berbeda,” kata Ade saat memberikan keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).

Kopi Liberika, CUAN, dan Mimpi Hijau Batu Ampar
Baca Juga

Kopi Liberika, CUAN, dan Mimpi Hijau Batu Ampar

Kronologi Terkaman Predator
Satu jam berselang, seekor buaya berukuran besar mendadak muncul di permukaan air, tepat di antara posisi perahu milik korban dan saksi Pitung.

“Tiba-tiba, di antara posisi Sampan Robin milik korban dan Sampan Robin Pitung, muncul seekor buaya berukuran besar. Tanpa ampun, predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap mata, korban langsung diseret masuk ke dalam kedalaman air,” papar Ade menjelaskan detail kejadian di lokasi.

Melihat kejadian tersebut, Abdul Wahab dan Pitung sempat berupaya melakukan pencarian di sekitar titik terkaman. Namun, akibat keterbatasan peralatan pencarian serta kondisi alam di sekitar sungai, upaya mandiri tersebut tidak membuahkan hasil.

Karena hari mulai gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan, kedua saksi kembali ke kawasan pemukiman di Desa Sungai Kerawang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Batu Ampar dan meminta bantuan warga setempat.

IHH Healthcare Malaysia Buka Kios Layanan Medis di Kubu Raya
Baca Juga

IHH Healthcare Malaysia Buka Kios Layanan Medis di Kubu Raya

Pencarian Gabungan Berskala Masif
Menerima laporan darurat tersebut, personel dari Polsek Batu Ampar bersama satuan Pol Airud langsung dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyisiran bentang sungai.

“Hingga saat ini, korban memang belum berhasil ditemukan. Namun, kami pastikan upaya pencarian terus dilakukan secara masif dan maksimal,” ujar Ade.

Otoritas kepolisian setempat mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat, terutama para nelayan serta warga yang kerap beraktivitas di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sungai seorang diri, terutama saat kondisi pencahayaan mulai gelap demi menghindari risiko konflik dengan satwa liar.

(Hendrawan)