Sel, 09/06/26 · 21.28.11
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Puluhan Warga Pontianak Utara Diduga Keracunan Makanan, Pemkot Gratiskan Biaya Pengobatan

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Selasa, 9 Juni 2026 · 16:463 menit baca
Puluhan Warga Pontianak Utara Diduga Keracunan Makanan, Pemkot Gratiskan Biaya Pengobatan
Sebanyak 56 warga Pontianak Utara dirawat di RSUD akibat dugaan keracunan makanan massal. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono pastikan semua biaya pengobatan gratis. (Dok. Prokopim)

Sebanyak 56 warga dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan massal usai menghadiri sebuah kegiatan di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (7/6/2026) siang. Jumlah tersebut merupakan total pasien terdampak yang menjalani perawatan medis di RSUD Pontianak Utara hingga Selasa (9/6/2026).

Salah satu pasien yang mendapat perawatan intensif adalah William, anak berusia 10 tahun, yang mengalami gejala klinis berupa muntah, diare, pusing, hingga demam tinggi. Kakak korban, Ardeanus Rato, menceritakan bahwa adiknya mulai merasakan efek samping tersebut pada Senin (8/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Lantaran kondisi fisik korban melemah, keluarga langsung melarikan William ke rumah sakit.

 “Mulai sakitnya dari kemarin jam 3 subuh. Makanya kami bawa dia ke sini jam 3 subuh,” ujar Ardeanus saat mendampingi adiknya di rumah sakit, Selasa.

Ardeanus menambahkan, gejala awal yang dialami adiknya meliputi pusing, mual, diare, dan muntah berkepanjangan hingga memicu demam tinggi. Setelah mendapatkan penanganan medis selama satu malam, kondisi fisik William dilaporkan berangsur membaik meski masih berada di bawah pemantauan berkala tim dokter.

Wali Kota Pontianak Minta Kompetisi Tenis Meja Pelajar Digelar Berkelanjutan
Baca Juga

Wali Kota Pontianak Minta Kompetisi Tenis Meja Pelajar Digelar Berkelanjutan

Menurut Ardeanus, keracunan ini juga menimpa ibu dan dua adik lainnya, walau tingkat fatalitasnya tidak separah William. Salah satu adik perempuannya bahkan hanya perlu dilarikan ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan riwayatnya, hidangan berupa nasi kotak tersebut dikonsumsi di lokasi acara pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan menu lauk pauk berupa ayam, telur, dan tumis buncis.

“Ada ayam, telur, dan buncis yang ditumis. Telur sama buncisnya agak pedas. Katanya dari mereka, telurnya agak kurang enak waktu dimakan,” tutur Ardeanus.

Pelajari Pengelolaan Kerukunan, Toraja Utara Lakukan Studi Tiru Toleransi ke Pontianak
Baca Juga

Pelajari Pengelolaan Kerukunan, Toraja Utara Lakukan Studi Tiru Toleransi ke Pontianak

Respons Pemerintah Kota dan Uji Laboratorium Sampel Makanan

Merespons insiden tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meninjau langsung proses penanganan medis para korban di RSUD Pontianak Utara. Kunjungan ini ditujukan untuk memastikan seluruh pelayanan kedaruratan berjalan cepat serta menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

“Saya hari ini berada di Rumah Sakit Pontianak Utara, untuk melihat pelayanan terhadap warga kita yang masuk karena keracunan makanan. Sampai hari ini ada kurang lebih 56 pasien yang sudah kita rawat,” ucap Edi.

Pemerintah Kota Pontianak bersama instansi teknis terkait saat ini tengah melacak penyebab pasti keracunan massal tersebut. Dinas kesehatan telah mengamankan sampel makanan dari lokasi acara untuk diuji secara klinis di laboratorium.

 “Penyebabnya masih kita teliti dari makanan yang ada di laboratorium. Tapi yang terpenting, saya minta penanganan cepat dan utamakan keselamatan,” tegas Edi.

Seluruh Biaya Pasien Ditanggung Pemerintah

Realisasi Pendapatan 99,56 Persen, Pemkot Pontianak Catat SiLPA Rp138,87 Miliar pada APBD 2025
Baca Juga

Realisasi Pendapatan 99,56 Persen, Pemkot Pontianak Catat SiLPA Rp138,87 Miliar pada APBD 2025

Sebagai bentuk kedaruratan, Edi memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan dan pelayanan medis bagi warga yang terdampak keracunan makanan ini digratiskan secara penuh oleh Pemerintah Kota Pontianak. Komponen pembiayaan yang ditanggung meliputi biaya pemeriksaan, pemulihan, hingga pemenuhan obat-obatan.

“Ini kita gratiskan. Jadi obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” kata Edi.

Berdasarkan laporan yang diterima pihak pemkot, beberapa warga juga membawa pulang makanan dari acara tersebut, sehingga terdapat kasus di mana satu anggota keluarga ikut mengalami gejala keracunan serupa di rumah.

“Jadi ada satu keluarga, ibu dan anak-anaknya juga,” jelas Edi.

Pemerintah Kota Pontianak mengimbau kepada masyarakat luas yang merasa mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut dan mengalami gejala sakit perut, diare, pusing, hingga menggigil untuk segera memeriksakan diri ke RSUD Pontianak Utara atau fasilitas kesehatan terdekat. Edi berharap kondisi kesehatan seluruh pasien dapat pulih total dalam satu hingga dua hari ke depan.

 “Mudah-mudahan mereka dalam satu dua hari ini semakin baik dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” pungkas Edi.

(Dayank Ana)