Jum, 12/06/26 · 03.44.53
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Sultan Melvin Gelar ‘Coffee Morning’ Lintas Sektor, Tepis Pandangan Negatif Kampung Beting

Hendrawan
Hendrawan
Kamis, 11 Juni 2026 · 12:272 menit baca
Sultan Melvin Gelar ‘Coffee Morning’ Lintas Sektor, Tepis Pandangan Negatif Kampung Beting
Sultan Pontianak IX Sultan Syarif Melvin Alkadrie menggelar Coffee Morning lintas sektor guna menepis stigma negatif Kampung Beting dan mendesak solusi lapangan kerja. (Dok. Hendrawan)

Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Melvin Alkadrie, menginisiasi kegiatan Coffee Morning rutin setiap bulan guna mencairkan ketegangan sosial dan menjaga situasi keamanan di Kota Pontianak agar tetap kondusif. Langkah ini diambil sekaligus sebagai ruang sinergi antara pihak Kesultanan, masyarakat, serta jajaran instansi pemerintahan.

Agenda pertemuan lintas sektoral dalam rangka mempererat silaturahmi dan menjaga kondusifitas wilayah di Istana Kesultanan Kadariah Pontianak pada Kamis (11/6/2026) tersebut turut dihadiri langsung oleh Sultan Pontianak IX Sultan Syarif Melvin Alkadrie, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, Raja Ketapang Gusti Kamboja, jajaran Forkopimda, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, perwakilan Kodam XII/Tanjungpura, serta sejumlah tokoh lintas agama, tokoh suku, dan masyarakat sekitar.

Sultan Melvin menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat. Menurutnya, forum informal seperti ini sangat efektif untuk mengurai sumbatan komunikasi terkait masalah pembangunan infrastruktur dan dampak sosial di masyarakat.

“Makanya saya mengadakan ini bukan hanya bulan ini. Jadi insya Allah saya mengadakan ini rutinitas setiap bulannya. Supaya untuk menjaga situasi di wilayah kota Pontianak dan sekitarnya tetap selalu aman, tentram, dan kondusif lah,” ujar Sultan Melvin.

Penduduk Tembus 693 Ribu Jiwa, Pemkot Pontianak Soroti Kemacetan hingga Krisis Air Bersih
Baca Juga

Penduduk Tembus 693 Ribu Jiwa, Pemkot Pontianak Soroti Kemacetan hingga Krisis Air Bersih

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Sultan Melvin dalam pertemuan tersebut adalah pembelaannya terhadap wilayah Kampung Beting. Ia menyatakan keberatan dengan narasi-narasi negatif di media massa yang kerap menyudutkan kawasan bersejarah tersebut akibat ulah segelintir oknum.

Sultan mengingatkan bahwa Kampung Beting merupakan wilayah yang sarat nilai sejarah dan memiliki kedekatan geografis yang sangat erat berada dalam satu kelurahan dengan Istana Kadriyah Pontianak. Selain itu, kawasan tersebut justru menjadi pusat berkumpulnya banyak tokoh agama dan majelis taklim.

“Jangan gara-gara segelintir satu dua orang yang berbuat dalam hal yang negatif tadi, hingga nama Beting ini yang terbawa,” tegasnya.

Beliau juga mengimbau agar setiap ada isu negatif eksternal yang mencatut nama Beting, publik dan aparat harus menelusuri kebenarannya secara mendalam untuk memastikan apakah pelaku benar warga setempat atau hanya memanfaatkan nama besar Kampung Beting.

Pasca-Pengungkapan Kasus Narkotika, Pemandangan Senyap Selimuti Win One Pontianak
Baca Juga

Pasca-Pengungkapan Kasus Narkotika, Pemandangan Senyap Selimuti Win One Pontianak

Kolaborasi Mengatasi Masalah Perut dan Lapangan Kerja
Selain masalah stigma, Sultan Melvin juga menaruh perhatian besar pada keluhan warganya yang kesulitan mencari nafkah. Berdasarkan laporan yang ia terima, banyak warga Kampung Beting yang kerap ditolak saat mengajukan pinjaman modal usaha atau saat mengirimkan lamaran pekerjaan hanya karena sentimen negatif wilayah asal.

Sultan memperingatkan bahwa masalah ekonomi dan urusan “perut” yang tidak terselesaikan berisiko mendorong masyarakat ke arah tindakan kriminal atau hal-hal negatif lainnya. Oleh sebab itu, ia mendesak perwakilan Pemkot Pontianak yang hadir untuk segera merumuskan solusi konkret dan membuka lapangan kerja yang inklusif bagi warga.

“Bagaimana ke depannya sinergi ini kita kolaborasi dengan pemerintah kota kita mencari solusi lah untuk masyarakat-masyarakat yang terkena dampak negatif tadi, memikirkan perutnya, memikirkan untuk makan tadi. Ketika tidak bisa bekerja, mau tidak mau hal-hal yang negatif dijalani. Nah, ini nanti kedepannya kita (cari jalan keluar),” pungkas Sultan Melvin menutup perbincangan.

(Hendrawan)