Sen, 27/07/26 · 08.19.32
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Untan dan ITBSS Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Kelapa dan Keladi di Kubu Raya

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 17 Juli 2026 · 13:501 menit baca
Untan dan ITBSS Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Kelapa dan Keladi di Kubu Raya
Tim akademisi Untan dan ITBSS terapkan Teknologi Tepat Guna untuk olahan kelapa dan keladi di Punggur Kecil, Kubu Raya, guna tingkatkan nilai jual komoditas. (Dok. HO/TNP)

Tim akademisi Universitas Tanjungpura bersama Institut Bisnis dan Teknologi Sabda Setia menerapkan inovasi Teknologi Tepat Guna guna meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan keladi di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya.

Langkah pendampingan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut difokuskan pada penguatan hilirisasi hasil pertanian agar petani tidak lagi menjual bahan mentah dengan harga rendah.

Dua kelompok tani setempat, yakni Kelompok Tani Simpang Jaya 1 dan Simpang Jaya 2, dilibatkan langsung sebagai mitra utama pengembangan olahan pangan dan pengelolaan limbah pertanian.

Ketua Tim PKM Gusti Hardiansyah menjelaskan bahwa optimalisasi potensi pertanian daerah memerlukan dorongan teknologi agar mampu mendongkrak kesejahteraan warga desa.

Korsleting Listrik Kulkas Picu Kebakaran Rumah di Sungai Kakap Kubu Raya
Baca Juga

Korsleting Listrik Kulkas Picu Kebakaran Rumah di Sungai Kakap Kubu Raya

“Desa Punggur Kecil memiliki sumber daya pertanian yang sangat potensial. Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan secara berkelanjutan, kami berharap masyarakat tidak hanya menjual komoditas primer, tetapi mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai tambah lebih tinggi. Dengan demikian, pendapatan masyarakat dapat meningkat dan kemandirian ekonomi desa dapat terwujud,” ujar Gusti Hardiansyah, Senin, (27/7/2026).

Pada komoditas keladi, pendampingan diarahkan pada pembuatan keripik dan stik keladi, perbaikan mutu, serta pembuatan desain kemasan yang menarik pasar.

Limbah dari proses pengolahan keladi juga dimanfaatkan kembali menjadi compos block guna menekan volume sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai jual.

SRUK: Ketika Perang Karbon Indonesia Berhenti Jadi Trailer dan Akhirnya Masuk Layar Lebar
Baca Juga

SRUK: Ketika Perang Karbon Indonesia Berhenti Jadi Trailer dan Akhirnya Masuk Layar Lebar

Sementara itu, pada komoditas kelapa, pengolahan difokuskan pada pembuatan coconut chips serta pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocoblock untuk media tanam dan cocobristle untuk bahan baku industri.

Penerapan prinsip ekonomi sirkular tersebut dikombinasikan dengan pelatihan operasional standar produksi, pemasaran digital, hingga pembukuan keuangan sederhana.

Dukungan pendanaan untuk program pemberdayaan berbasis wilayah ini dialokasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

(Dayank Ana)