Universitas Tanjungpura (Untan) menyerahkan paket teknologi tepat guna kepada Kelompok Tani Berkah Mandiri di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (17/6/2026). Langkah ini dilakukan melalui program hilirisasi riset untuk mendorong modernisasi dan kemandirian ekonomi sektor usaha mikro di tingkat desa.
Program bertajuk “Optimalisasi Produksi dan Strategi Diversifikasi untuk Peningkatan Kemandirian Usaha Jamur Tiram” ini diinisiasi oleh tim dosen lintas fakultas Untan yang terdiri dari Sarma Siahaan (Fakultas Kehutanan), Famelga Clea Putri (Fakultas Teknik), dan Pamela (Fakultas Pertanian).
Proyek pemberdayaan ini didanai oleh Hibah Pendanaan Pengabdian Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. Selain akademisi, program ini juga menggandeng Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio dan Babinsa setempat sebagai mitra pendamping lapangan.
Modernisasi Alat dan Digitalisasi Baglog Jamur
Dalam intervensi teknologi ini, Untan menyerahkan berbagai peralatan produksi mekanis kepada Ketua Kelompok Tani Berkah Mandiri, Sumaji, untuk memangkas durasi produksi manual yang selama ini menjadi kendala utama petani lokal.
Mesin pengaduk bahan baglog
Mesin pengayak baglog
Set mesin steamer dan lemari pengukus baglog
Komposter pertanian
Ketua Pelaksana PKM, Sarma Siahaan, menjelaskan bahwa bantuan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas produksi jamur tiram serta membantu masyarakat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami berharap mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi, mengurangi kendala proses manual, dan memiliki usaha jamur tiram yang semakin mandiri,” ujar Sarma.

Efisiensi Kerja dan Diversifikasi Nilai Tambah
Peralatan semi-otomatis tersebut diproyeksikan mampu menjaga standardisasi kualitas media tanam (baglog) secara konsisten agar hasil panen lebih stabil.
Famelga Clea Putri menambahkan, penerapan teknologi produksi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja mitra.
“Peralatan yang diberikan diharapkan mampu mempercepat proses produksi baglog serta meningkatkan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan,” jelasnya.
Sementara dari aspek manajerial, Pamela menekankan pentingnya hilirisasi produk turunan jamur. Menurutnya, pengembangan usaha juga perlu didukung dengan strategi pengelolaan usaha dan diversifikasi produk agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Merespons penyerahan teknologi tersebut, Ketua Kelompok Tani Berkah Mandiri, Sumaji, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Untan dalam memodernisasi pola kerja petani di Desa Arang Limbung.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Tanjungpura, DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, dan tim pengabdian yang telah membantu kelompok kami. Dengan adanya peralatan ini, pekerjaan produksi menjadi lebih mudah dan kami berharap hasil produksi jamur tiram dapat meningkat,” ungkap Sumaji.
(Dayank Ana)