Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Wako Edi Dorong Mahasiswa Cerdas Menganalisa Politik dan Tangkal Hoaks

Memei
Memei
Jumat, 18 September 2026 · 18:172 menit baca
Wako Edi Dorong Mahasiswa Cerdas Menganalisa Politik dan Tangkal Hoaks
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ajak mahasiswa di Sekolah Politik 2026 berpikir kritis lawan hoaks dan perkuat integritas demi kepemimpinan masa depan. (Dok. Nusantara Post)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendesak generasi muda, khususnya mahasiswa dan pelajar, untuk merombak cara berpikir dalam menyikapi dinamika perpolitikan serta membentengi diri dari arus hoaks. Tantangan ini disampaikannya secara lugas saat menjadi pembicara utama dalam agenda Sekolah Politik Pontianak 2026 yang digelar oleh Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial dan Politik pada Jumat (18/9/2026).

Edi menilai pemahaman politik generasi muda saat ini tidak semestinya menyempit sekadar urusan perebutan kekuasaan elite, melainkan harus menyentuh urat nadi persoalan publik dan peran aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekolah Politik ini sangat inspiratif ya, sangat kreatif yang dilakukan oleh Prodi Administrasi Perkantoran, Fakultas Ilmu Sosial Politik ya, kepada adik-adik mahasiswa dan pelajar, dalam rangka membuka atau memperluas wawasan tentang perpolitikan, terutama peran generasi muda dalam berperan untuk kemajuan bangsa dan negara,” tegas Edi.

Di tengah derasnya arus disinformasi, Edi menyoroti rapuhnya literasi digital jika tidak diimbangi daya kritis yang tajam. Ia memperingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menelan mentah-mentah informasi di dunia maya dan bersikap apatis terhadap kebenaran faktual.

Gemawan Latih 55 Pemuda Untuk Mengawal Isu Demokrasi dan Lingkungan Melalui RE:MAKING SOCIETY
Baca Juga

Gemawan Latih 55 Pemuda Untuk Mengawal Isu Demokrasi dan Lingkungan Melalui RE:MAKING SOCIETY

“Kan sekarang dunia maya dalam hal ini media sosial sangat gampang untuk diakses, dan pasti mereka membaca, mengikuti. Tapi juga harus cerdas untuk mencermati. Artinya berita-berita itu bisa jadi hoaks, bisa jadi benar,” urainya secara kritis.

Sebagai antitesis dari informasi bias tersebut, Edi menuntut mahasiswa menyeret berbagai klaim liar di media sosial ke meja bedah akademis. Ruang seminar dan diskusi dinilai wajib menjadi arena untuk menguji informasi, mencari konteks, serta mengomparasikannya dengan sumber yang akurat sebelum mengambil kesimpulan.

“Nah, itu yang harus dianalisis di ruang-ruang seminar, ruang-ruang diskusi. Sehingga nanti mereka bisa bertambah narasinya, mencermati ini benar atau enggak, ini kenapa begini, ini kok susah, ini kok ndak bisa. Nah, ini kalau bagus dengan perbandingan-perbandingan yang tentunya bisa menjadi dasar untuk penilaian,” paparnya merinci fungsi vital mahasiswa sebagai agen pengontrol informasi.

Pemkot Pontianak Buka Ruang Diskusi dan Kolaborasi Pembangunan Bersama Orang Muda
Baca Juga

Pemkot Pontianak Buka Ruang Diskusi dan Kolaborasi Pembangunan Bersama Orang Muda

Kebiasaan berdiskusi secara analitis ini diharapkan mampu membentuk karakter kepemimpinan yang tahan uji dan bersih dari manipulasi. Menurutnya, kepemimpinan masa depan mutlak membutuhkan kaum intelektual yang kokoh memegang prinsip serta integritas moral.

“Jadi saya berpesan, yang muda, berkarya, bersih, dan berintegritas ini penting untuk kita menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, yang sejatinya adalah untuk menciptakan atau mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bahagia,” pungkas Edi.

(Memei)