Sab, 18/07/26 · 02.50.09
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Di KNSI XXI, Wamenhut Rohmat Marzuki Tegaskan 62 Persen Tata Kelola Hutan Indonesia Butuh Kolaborasi

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 19 Mei 2026 · 00:462 menit baca
Di KNSI XXI, Wamenhut Rohmat Marzuki Tegaskan 62 Persen Tata Kelola Hutan Indonesia Butuh Kolaborasi
Wakil Menteri Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, S.Hut., melakukan penanaman bibit pohon secara simbolis di area Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin (18/5/2026). Sinergi ini mengawali pembukaan Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI yang berfokus pada kelestarian tata kelola hutan. (Dok. Hendrawan/Nusantara Post)

Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Rohmat Marzuki, menghadiri pembukaan Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI yang diselenggarakan di Gedung Konferensi Teater I, Universitas Tanjungpura (Untan), Senin (18/5).

Didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Mahfudz, dan Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, kehadiran Wamenhut menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan kapasitas generasi muda di sektor lingkungan hidup.

Pertemuan akbar rimbawan muda berskala nasional ini mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan Sylva Indonesia Sebagai Katalisator Konservasi dan Tata Kelola Kehutanan Berkelanjutan”.

Rangkaian agenda resmi diawali secara khidmat melalui penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Wamenhut Rohmat Marzuki bersama Rektor Untan di area kampus, sebelum dilanjutkan dengan upacara pembukaan (opening ceremony).

Kantongi 14 Suara Senat, Herry Sujaini Terpilih Jadi Dekan Baru Fakultas Teknik Untan
Baca Juga

Kantongi 14 Suara Senat, Herry Sujaini Terpilih Jadi Dekan Baru Fakultas Teknik Untan

Dalam orasi ilmiahnya sebagai keynote speaker, Wamenhut Rohmat Marzuki memaparkan potret strategis kawasan hutan nasional yang mencakup 62 persen dari total luas daratan Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa tata kelola aset ekologis yang masif tersebut mensyaratkan adanya sinergi yang kokoh antargenerasi.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah kehutanan Indonesia ke depan bersama rimbawan muda. Mengingat 62 persen luas daratan Indonesia adalah hutan, koordinasi dan kolaborasi yang baik menjadi kunci utama kesuksesan pengelolaan hutan kita,” ujar Rohmat Marzuki di hadapan para delegasi.

Lebih lanjut, beliau menaruh harapan besar agar Sylva Indonesia mampu memosisikan diri sebagai wadah pembelajaran yang kritis dan dinamis.

Organisasi ini diharapkan dapat melahirkan intelektual muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif dan siap terjun langsung mengawal kebijakan konservasi di lapangan.

Untan dan ITBSS Terapkan Teknologi Tepat Guna di Pesisir Karimunting Bengkayang
Baca Juga

Untan dan ITBSS Terapkan Teknologi Tepat Guna di Pesisir Karimunting Bengkayang

Pihaknya memastikan bahwa jajaran senior dan pembuat kebijakan akan senantiasa membuka ruang bimbingan serta dukungan penuh bagi pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Harapan saya terhadap mahasiswa di Sylva Indonesia dapat mengambil peran strategis, sebagai satu pembelajaran yang kritis untuk mencetak rimbawan muda yang unggul, berintegritas, inovatif, dan siap bekerja di lapangan. Insyaallah, kami para senior dari Sylva Indonesia akan siap membantu rekan-rekan semua,” pungkasnya.

Senada dengan visi tersebut, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap konsep pembangunan hijau (green growth) dan pengelolaan sumber daya alam yang akuntabel.

Ia menilai pemilihan Kalimantan Barat sebagai pusat orientasi generasi muda kehutanan tahun ini sangat relevan dengan koridor pembangunan daerah yang berbasis kelestarian lingkungan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pengurus Pusat Sylva Indonesia, Fakultas Kehutanan Untan, serta seluruh panitia. Kami bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan generasi muda kehutanan Indonesia yang membawa semangat dan komitmen bagi kelestarian lingkungan,” tutur Ria Norsan.

Forum strategis ini turut dihadiri oleh perwakilan jajaran Pemprov Kalbar, pemuka akademisi, serta ratusan delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di seluruh penjuru Nusantara. Pertemuan ini diharapkan mampu menstimulasi cetak biru kepemimpinan baru yang responsif terhadap tantangan perubahan iklim global.

(Hendra)