Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Waspadai Diare saat Kabut Asap, RSUD SSMA Pontianak Imbau Warga Terapkan PHBS

Hendrawan
Hendrawan
Rabu, 16 September 2026 · 19:032 menit baca
Waspadai Diare saat Kabut Asap, RSUD SSMA Pontianak Imbau Warga Terapkan PHBS
Cegah penularan diare saat kabut asap melanda, RSUD SSMA Kota Pontianak imbau warga terapkan PHBS, hindari konsumsi antibiotik tanpa resep, dan utamakan oralit. (Dok. Prokopim Pontianak)

Masyarakat Kota Pontianak diimbau mewaspadai potensi penularan penyakit diare di tengah kepungan kabut asap dengan memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menghindari konsumsi obat sembarangan, Rabu, (16/7/2026).

Langkah pencegahan dini tersebut ditekankan menyusul tingginya potensi cemaran bakteri pada pasokan air dan makanan yang rentan memicu infeksi saluran pencernaan saat kualitas lingkungan menurun.

Pentingnya menjaga sanitasi dasar melalui cuci tangan dan pemilihan bahan konsumsi higienis dipaparkan oleh Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Fikri Destari.

“Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat tetap perlu memperhatikan PHBS. Pastikan tangan selalu dicuci dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar. Selain itu, pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih serta air yang digunakan aman,” kata Fikri Destari, Rabu, (16/7/2026).

Kualitas Udara Pontianak Memburuk WALHI Kritik Penanganan Seremonial Karhutla Pemerintah
Baca Juga

Kualitas Udara Pontianak Memburuk WALHI Kritik Penanganan Seremonial Karhutla Pemerintah

Gejala buang air besar cair dengan frekuensi berlebih dinilai berisiko menguras cairan tubuh serta elektrolit penting secara drastis apabila tidak segera ditangani secara medis. Prinsip hidrasi utama melalui pemberian cairan rehidrasi oral ditekankan lebih lanjut dalam pemaparannya.

“Ketika mengalami diare, yang paling penting adalah menjaga kecukupan cairan. Oralit dapat digunakan untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Penggunaan obat diare lainnya perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya,” ujarnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter maupun anjuran apoteker karena sebagian besar diare tidak disebabkan oleh bakteri yang memerlukan intervensi antimikroba.

Bala’ Komando Melayu Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis Atasi Krisis Air Dampak Karhutla
Baca Juga

Bala’ Komando Melayu Salurkan Bantuan Air Bersih Gratis Atasi Krisis Air Dampak Karhutla

Pemeriksaan klinis ke fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan segera dilakukan apabila penderita menunjukkan gejala penurunan kesadaran, muntah berulang, demam tinggi, berak berdarah, atau dehidrasi akut, terutama pada bayi dan kelompok lansia. Kewaspadaan menyeluruh terhadap berbagai ancaman penyakit nonpernapasan selama musim kabut asap ditegaskan kembali sebagai penutup imbauannya.

“Jangan hanya fokus pada kondisi kabut asap, tetapi tetap perhatikan kesehatan secara menyeluruh. Terapkan PHBS, jaga asupan cairan, dan gunakan obat secara tepat agar diare dapat ditangani dengan baik,” kata Fikri.

(Hendrawan)