Kam, 16/07/26 · 05.36.46
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Selatan

Imbas Penurunan Tanah Bantaran Sungai, Jalan Veteran Banjarmasin Terancam Ditutup Total

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Kamis, 16 Juli 2026 · 09:372 menit baca
Imbas Penurunan Tanah Bantaran Sungai, Jalan Veteran Banjarmasin Terancam Ditutup Total
Ruas Jalan Veteran Sungai Lulut Banjarmasin terancam ditutup total akibat badan jalan ambles. PUPR Kalsel siapkan penanganan darurat cerucuk galam. (Adpim Kalsel)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempertimbangkan opsi penutupan total secara sementara pada ruas Jalan Veteran di Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin. Langkah kedaruratan ini dikaji guna mengantisipasi perluasan amblasan badan jalan akibat erosi dan penurunan daya dukung tanah di tepian sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel M. Yasin Toyib menyatakan, rencana penghentian arus kendaraan tersebut tengah dikoordinasikan secara intensif bersama Forum Lalu Lintas guna meminimalkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Sebagai langkah awal jika penutupan resmi diberlakukan, arus kendaraan dari dan menuju kawasan Sungai Lulut akan dialihkan sepenuhnya melalui jalur alternatif di Jalan Rahayu.

“Kami lagi berkoordinasi dengan teman-teman di Forum Lalu Lintas. Kalau bisa, selama penanganan jalan itu ditutup dulu sementara supaya kami bisa bekerja secara komprehensif dan penuh, tidak terganggu lalu lintas, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan,” kata Yasin Toyib di Banjarbaru, Rabu (15/7/2026).

Satu Warga Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah
Baca Juga

Satu Warga Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah

Karakteristik Tanah Kemarau dan Kendala Pemukiman Padat
Tim teknis dari Bidang Bina Marga mengonfirmasi bahwa amblasan dipicu oleh gerusan arus sungai di bawah struktur aspal yang diperparah oleh siklus cuaca. Karakteristik tanah bantaran sungai di wilayah Kalsel cenderung menyusut dan melemah ikatan partikelnya saat fase jenuh air hilang pada musim kemarau, sehingga rentan runtuh saat dibebani kendaraan berat.

Otoritas memproyeksikan pengerjaan darurat berupa pemasangan cerucuk galam dan lapisan geotekstil untuk stabilisasi tanah akan memakan waktu hingga satu bulan penuh sebelum pengaspalan ulang dapat dilakukan.

“Dari hasil pengamatan memang terjadi lagi gerusan di lokasi tersebut sehingga menyebabkan penurunan badan jalan. Akibatnya jalan retak dan kemudian ambles. Kami tidak bisa langsung mengaspal. Timbunan dipasang bertahap agar penurunannya bisa dipantau. Setelah benar-benar stabil baru dilakukan pengaspalan. Polanya seperti itu. Jalan berada di pinggir sungai, tanah mulai mengering saat musim kemarau, kemudian dibebani kendaraan sehingga akhirnya longsor,” urai Yasin Toyib.

Dugaan Penganiayaan Mantan Wali Kota Banjarbaru, Polisi Periksa Dua Saksi
Baca Juga

Dugaan Penganiayaan Mantan Wali Kota Banjarbaru, Polisi Periksa Dua Saksi

Pemerintah daerah mengakui bahwa perbaikan jalan di bantaran sungai ini selalu terulang, serupa dengan kasus di Jalan Martapura Lama pada 2024 dan kawasan Lampihong, Kabupaten Balangan.

Meskipun cetak biru penanganan permanen dengan sistem pile slab atau dinding penahan tanah telah rampung dikaji, eksekusi fisik di lapangan hingga kini masih terhambat oleh padatnya permukiman padat penduduk, sempitnya ruang kerja alat berat, serta tingginya volume kendaraan harian.

“Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan permanen, termasuk kemungkinan penggunaan geotekstil, geogrid, sheet pile, bronjong, maupun dinding penahan tanah sesuai hasil analisis,” pungkasnya.

(Dayank Ana)