Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pembaruan dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Sulawesi Tengah. Hingga data terkini yang dihimpun otoritas, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi, 13 orang mengalami luka berat, dan 25 orang lainnya menderita luka ringan.
Secara akumulatif, indeks warga terdampak mencakup 110 kepala keluarga (KK) atau sekitar 312 jiwa lintas kabupaten/kota. Kabupaten Sigi tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling signifikan, yakni 89 KK atau 272 jiwa terdampak, disusul Kabupaten Parigi Moutong dengan 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Kasus luka ringan juga teridentifikasi di Kota Palu (dua orang) dan Kabupaten Poso (satu orang).
Penanganan darurat di sektor infrastruktur mencatat kerusakan sedikitnya pada 67 unit rumah warga, dengan rincian 26 unit rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. Gempa darat ini juga merusak enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta menyebabkan satu ruas jalan provinsi lintas Palu–Sigi–Poso amblas.

Baca Juga BNPB Rilis Data Bencana: 3 Tewas Akibat Gempa Sulteng, Banjir dan Kekeringan Melanda Sejumlah Daerah
Penetapan Status Tanggap Darurat Sigi
Merespons eskalasi dampak di episenter utama, Pemerintah Kabupaten Sigi mengonsolidasikan langkah hukum untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Selain itu, pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki untuk mendukung percepatan koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak,” tulis laporan resmi BNPB yang dirilis di Jakarta.
Klaster kerusakan di Kabupaten Sigi meliputi 47 unit rumah (23 rusak ringan, 6 rusak sedang, 12 rusak berat), enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampak Infrastruktur Lintas Wilayah dan Posko Medis
Di Kabupaten Poso, dampak kerusakan fisik mencakup lima unit rumah warga. Sebagai langkah antisipasi operasional medis, kedaruratan fungsional diaktifkan di area pelayanan kesehatan publik.
Baca Juga Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Pascagempa M6,7 Sejumlah 6.458 Jiwa Terdampak
“Di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah telah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso guna mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sementara itu, masyarakat bersama aparat kepolisian melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak gempa,” tambah rilis tersebut.
Sementara itu, kerusakan di wilayah administrasi lain mencakup 15 unit rumah di Kabupaten Parigi Moutong. Di Kota Palu, laporan teknis mencatat keretakan fisik pada struktur Jembatan III, kerusakan satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha bangunan komersial.
Hingga saat ini, aktivitas seismik sekunder berupa gempa susulan (aftershock) dilaporkan masih fluktuatif. BNPB bersama BMKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan retak, memeriksa stabilitas struktur tempat tinggal, dan memprioritaskan pembaruan data dari saluran komunikasi resmi pemerintah.
(Hendrawan)