Rab, 05/08/26 · 06.10.57
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Diduga Keracunan Menu MBG, 84 Siswa SD dan Satu Warga di Kukar Dilarikan ke Puskesmas

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Rabu, 5 Agustus 2026 · 09:552 menit baca
Diduga Keracunan Menu MBG, 84 Siswa SD dan Satu Warga di Kukar Dilarikan ke Puskesmas
Sebanyak 84 siswa SD dan satu warga di Sebulu, Kutai Kartanegara, mengalami gejala mual hingga pusing usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok. Ist)

Sebanyak 85 orang di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diduga mengalami keracunan pangan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (3/8/2026).

Sebagian besar korban merupakan pelajar dari beberapa sekolah dasar, sementara satu korban lainnya merupakan warga yang sempat mencicipi sampel makanan di Posyandu.

Insiden tersebut terungkap setelah sejumlah murid mendatangi fasilitas kesehatan setempat dengan keluhan fisik yang seragam.

“Informasi awal yang saya terima banyak anak-anak murid datang ke Puskesmas dengan gejala pusing, mual, muntah. Saya langsung memantau ke Puskesmas sekitar siang hari,” kata Camat Sebulu Edy Fahruddin, Senin (4/8/2026).

Pemkab Kukar Resmi Pecat 8 ASN Akibat Terjerat Narkoba hingga Lilitan Utang
Baca Juga

Pemkab Kukar Resmi Pecat 8 ASN Akibat Terjerat Narkoba hingga Lilitan Utang

Berdasarkan pendataan hingga Senin (3/8/2026) pukul 21.30 WITA, total korban terdampak tercatat mencapai 85 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang sempat menjalani pengamatan medis ketat, tiga di antaranya telah dipulangkan, dan 79 orang lainnya menjalani perawatan jalan.

“Update terakhir sampai tadi malam pukul 21.30 Wita ada 85 orang. Enam orang observasi, tiga sudah boleh pulang, sisanya rawat jalan,” ujarnya.

Gejala keracunan mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 09.00 WITA seusai memakan hidangan MBG yang dibagikan. Laporan yang awalnya hanya berasal dari satu sekolah kemudian meluas ke satuan pendidikan lain, seperti SDN 025 Sebulu Modern dan SDN 003 Sebulu. Penarikan seluruh porsi makanan yang belum terbagi langsung dilakukan oleh pihak pengelola sebagai langkah tanggap darurat.

“Begitu ada keluhan, makanannya langsung ditarik semua. Yang terkena diduga mereka yang sempat mencicipi makanan itu,” jelasnya.

Kasus Batu Bara Kukar, KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara
Baca Juga

Kasus Batu Bara Kukar, KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara

Kasus serupa juga dialami seorang warga lokal saat bertugas melakukan pengecekan makanan sebelum disalurkan kepada anak balita.

“Ada juga satu orang di Posyandu. Sebelum makanan diberikan ke balita, dia mencicipi terlebih dahulu, lalu mengeluhkan sakit perut,” ungkap Edy.

Dugaan sementara penyebab timbulnya reaksi mual dan pusing tersebut mengarah pada komponen hidangan berupa pentol beserta racikan bumbunya. Kendati demikian, pembuktian secara pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi.

“Informasi yang beredar memang mengarah ke pentol dan bumbunya. Tapi itu baru informasi awal. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan, harus menunggu hasil investigasi,” tegasnya.

Tim dari Dinas Kesehatan setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi serta menguji kelayakan dapur penyedia makanan MBG.

“Kami masih terus memantau perkembangan kondisi para korban. Mudah-mudahan tidak ada tambahan gejala maupun korban baru,” pungkasnya.

(Dayank Ana)