Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Bank Sampah Kereng Bangkirai Olah Sampah Jadi Kompos dan Lilin

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Minggu, 8 November 2026 · 11:211 menit baca
Bank Sampah Kereng Bangkirai Olah Sampah Jadi Kompos dan Lilin
pendamping dari Akademi Kebidanan Betang Asi Raya diwawancarai di lokasi bank sampah Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, saat kunjungan Tim Penilai Kampung KEREN 2026, Senin (2/11/2026). (Foto: Gusti/MC Palangka Raya)

Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menonjolkan bank sampah berbasis masyarakat saat dikunjungi Tim Penilai Kampung KEREN 2026, Senin (2/11/2026).

Menurut Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, bank sampah itu menjadi salah satu upaya warga mengelola sampah agar bernilai ekonomi.

Berbagai jenis sampah di sana diolah menjadi produk bernilai jual, seperti kompos dan lilin.

Pengelola juga menyediakan layanan penjemputan sampah ke rumah warga agar partisipasi masyarakat lebih mudah.

Hujan Mulai Merata di Kalteng, tetapi Pemadaman Gambut Masih Berjalan
Baca Juga

Hujan Mulai Merata di Kalteng, tetapi Pemadaman Gambut Masih Berjalan

Program Kampung KEREN merupakan langkah Pemkot Palangka Raya untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang selaras dengan visi dan misi kota.

KEREN adalah akronim dari Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman.

Lurah Kereng Bangkirai, Fitriyaturrahman, mengatakan keikutsertaan kelurahannya tidak semata untuk lomba, tetapi untuk mendorong perubahan pola pikir warga dalam menata lingkungan.

“Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kejari Palangka Raya Periksa Mantan Pj Wali Kota Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU
Baca Juga

Kejari Palangka Raya Periksa Mantan Pj Wali Kota Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU

Pembentukan Kampung KEREN di kelurahan itu, kata dia, didampingi perguruan tinggi setempat, salah satunya Akademi Kebidanan (Akbid) Betang Asi.

“Tentu ada dinamika di lapangan. Berkat pendampingan dan keterlibatan aktif masyarakat, akhirnya terbentuk bank sampah yang dikelola langsung oleh warga. Bahkan, warga berbondong-bondong mendaftar sebagai anggota,” jelasnya.

Menurut Fitriyaturrahman, tahapan penilaian Kampung KEREN menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi strategi yang sudah dijalankan. Ia memastikan program yang sudah terbentuk akan terus berjalan.

Ke depan, kelurahan berkomitmen mendorong lingkungan yang bersih dan nyaman, sekaligus mandiri secara ekonomi dengan partisipasi aktif warga.

(Dayank Ana)