Sembilan perajin lansia di Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, masih menganyam rotan sebagai sumber penghasilan sekaligus cara meneruskan keterampilan leluhur.
Mereka tergabung dalam kelompok PEJIIQ KENAP, yang berarti “Bersatu Hati”. Kelompok itu semula beranggotakan 17 orang. Kini tersisa sembilan.
Salah satu anggotanya, Masrah (65), menyebut menganyam bukan sekadar mengisi waktu. Keterampilan itu ia terima turun-temurun dan menjadi sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.
Kendala utama adalah bahan baku. Menurut keterangan pemerintah provinsi, rotan semakin terbatas, dan para perajin harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari lewat jalur sungai, untuk mendapatkan rotan yang sesuai.


























