Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Timur

Rotan Makin Sulit Didapat, Perajin Lansia di Long Pahangai Kaltim Tetap Menganyam

Ajau Suwandi
Ajau Suwandi
Minggu, 8 November 2026 · 10:461 menit baca
Rotan Makin Sulit Didapat, Perajin Lansia di Long Pahangai Kaltim Tetap Menganyam
Sejumlah perajin lansia anggota kelompok PEJIIQ KENAP berbincang di Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Kelompok ini kini beranggotakan sembilan orang dan menganyam rotan sebagai sumber penghasilan. (Foto: HO/TNP)

Sembilan perajin lansia di Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, masih menganyam rotan sebagai sumber penghasilan sekaligus cara meneruskan keterampilan leluhur.

Mereka tergabung dalam kelompok PEJIIQ KENAP, yang berarti “Bersatu Hati”. Kelompok itu semula beranggotakan 17 orang. Kini tersisa sembilan.

Salah satu anggotanya, Masrah (65), menyebut menganyam bukan sekadar mengisi waktu. Keterampilan itu ia terima turun-temurun dan menjadi sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kendala utama adalah bahan baku. Menurut keterangan pemerintah provinsi, rotan semakin terbatas, dan para perajin harus menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan berhari-hari lewat jalur sungai, untuk mendapatkan rotan yang sesuai.

Rencana Pindahkan Badak Pari Mahulu Ditolak Pegiat Lingkungan, Soroti Izin Tambang dan Kebun di Habitatnya
Baca Juga

Rencana Pindahkan Badak Pari Mahulu Ditolak Pegiat Lingkungan, Soroti Izin Tambang dan Kebun di Habitatnya

Karena itu mereka kadang memakai gulungan plastik sebagai bahan alternatif. Pilihan itu disebut sebagai penyesuaian terhadap ketersediaan bahan dan kebutuhan pasar.

Produk yang mereka buat antara lain anjat, yaitu keranjang anyaman, dan tikar rotan. Prosesnya dikerjakan manual, dari membersihkan, membelah, meraut, sampai menganyam. Satu produk bisa memerlukan waktu seminggu atau lebih.

Selain pendapatan yang terbatas, minimnya ketertarikan generasi muda disebut menjadi tantangan bagi keberlanjutan tradisi ini. Para perajin berharap pemerintah kampung membantu menyediakan bahan baku, peralatan produksi, dan akses pemasaran agar produk mereka menjangkau pasar lebih luas.

Dalam keterangannya, Pemprov Kaltim mengaitkan kelompok ini dengan program Dana Karbon FCPF-CF.

Diskominfo Kaltim Perkuat Literasi Digital dan Jurnalisme Warga di Mahakam Ulu
Baca Juga

Diskominfo Kaltim Perkuat Literasi Digital dan Jurnalisme Warga di Mahakam Ulu

Rotan sebagai hasil hutan bukan kayu berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya alam dan mata pencaharian masyarakat adat, sehingga penguatan ekonomi masyarakat dinilai perlu berjalan seiring dengan pelestarian hutan dan budaya lokal.

(Ajau)