Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Tengah

Hujan Lebat Guyur Taman Nasional Tanjung Puting, Wisatawan Asing Kembali Susuri Habitat Orang Utan

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Selasa, 3 November 2026 · 15:111 menit baca
Hujan Lebat Guyur Taman Nasional Tanjung Puting, Wisatawan Asing Kembali Susuri Habitat Orang Utan
Hujan lebat guyur Taman Nasional Tanjung Puting di Kotawaringin Barat, membuat wisatawan asing mulai kembali menyusuri habitat orang utan menggunakan kelotok. (Dok. Ist)

Hujan lebat mengguyur kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang sebelumnya sempat terdampak musibah kebakaran hutan dan lahan.

Turunnya curah hujan tersebut membawa angin segar bagi kebangkitan kembali aktivitas pariwisata di kawasan konservasi alam yang menjadi habitat asli orang utan.

Relawan konservasi sekaligus pelaku wisata TNTP, Moncos, menyambut positif turunnya hujan lebat yang terjadi pada Senin, (2/11/2026) lalu. Pihaknya menaruh harapan besar agar peristiwa alam ini mampu memadamkan sisa-sisa titik api secara menyeluruh di dalam kawasan.

“Semoga bukan cuma membasahi, tetapi juga memadamkan api yang ada di dalam kawasan,” ujar Moncos, Selasa, (3/11/2026)

BKSDA Evakuasi Orang Utan Berusia 35 Tahun yang Ditemukan Mengalami Hernia di Bekas Karhutla Kobar
Baca Juga

BKSDA Evakuasi Orang Utan Berusia 35 Tahun yang Ditemukan Mengalami Hernia di Bekas Karhutla Kobar

Aktivitas pariwisata di area konservasi perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring kembalinya kunjungan para pelancong mancanegara. Para wisatawan asing mulai terlihat kembali menggunakan perahu wisata atau kelotok untuk menyusuri perairan di dalam kawasan taman nasional.

“Ya kemarin sudah ada wisatawan asing menggunakan perahu wisata atau kelotok untuk menyusuri Sungai Senjonyer TNTP, ini pertanda bagus,” kata Moncos.

Informasi mengenai kebangkitan sektor pariwisata lokal tersebut turut dikonfirmasi oleh Komandan Pleton Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Barat, Dawi Al-Habsyie.

Sinyal positif kembalinya arus kunjungan turis dinilai sangat membantu pemulihan ekonomi para pelaku usaha lokal yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata Tanjung Puting.

Induk dan Bayi Orangutan Dievakuasi dari Lahan Karhutla di Kotawaringin Barat
Baca Juga

Induk dan Bayi Orangutan Dievakuasi dari Lahan Karhutla di Kotawaringin Barat

“Kembalinya wisatawan menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal yang selama ini bergantung pada kunjungan wisata ke Tanjung Puting,” tutur Dawi Al-Habsyie.

Kendati demikian, upaya pemulihan kawasan secara menyeluruh masih memerlukan perhatian serius mengingat potensi ancaman karhutla serta kerusakan habitat satwa liar yang harus terus diantisipasi.

(Rudi)