Sab, 08/08/26 · 12.31.56
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Kriminalitas

Ibu dan Balita di Landak Ditemukan Tewas Terikat, Uang Rp135 Juta dan Emas Raib

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Sabtu, 8 Agustus 2026 · 18:171 menit baca
Ibu dan Balita di Landak Ditemukan Tewas Terikat, Uang Rp135 Juta dan Emas Raib
Ibu dan balitanya ditemukan tewas terikat di hutan Kuala Behe, Landak. Polisi usut dugaan perampokan usai uang Rp135 juta dan 30 gram emas raib. (Dok. Ist)

Seorang ibu bernama Asniwati (39) dan anak perempuannya, Dina (3), ditemukan tewas dalam kondisi terikat di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Sabtu, (8/8/2026).

Penyelidikan kepolisian mengarah pada dugaan tindak pidana perampokan yang disertai pembunuhan sadis.

Penemuan jasad berawal dari laporan suami korban, Hermanto, yang tidak mendapati keberadaan anak dan istrinya di pondok tempat mereka bekerja pada Jumat (7/8/2026) siang.

Pencarian mandiri kemudian dilakukan secara berpasukan oleh warga Desa Angkanyar dan Desa Kedama di sekitar aliran Sungai Behe hingga kawasan hutan terdekat.

Simpan 62,20 Gram Sabu Siap Edar di Toko, Pria Paruh Baya Diringkus Polres Ketapang
Baca Juga

Simpan 62,20 Gram Sabu Siap Edar di Toko, Pria Paruh Baya Diringkus Polres Ketapang

Upaya penyisiran membuahkan hasil ketika jasad korban balita ditemukan terlebih dahulu pada Jumat malam sekira pukul 23.45 WIB dalam kondisi kaki dan tangan terikat potongan karet ban.

Sekitar 20 meter dari titik penemuan pertama, warga menemukan jasad Asniwati dengan kondisi serupa di mana leher dan tangannya terjerat ikatan karet.

“Setelah dilakukan pencarian, korban pertama yang ditemukan adalah anaknya, kemudian berjarak kurang lebih 20 meter ditemukan sang ibu dengan kondisi yang sama, terikat dengan karet,” ujar Kasat Reskrim Polres Landak Kuswiyanto, Sabtu, (8/8/2026).

Rumah Pribadi Jadi Lokasi Peredaran Narkotika, Polisi Amankan Satu Pengedar di Ketapang
Baca Juga

Rumah Pribadi Jadi Lokasi Peredaran Narkotika, Polisi Amankan Satu Pengedar di Ketapang

Identifikasi awal serta olah tempat kejadian perkara (TKP) diselesaikan tim gabungan Polsek Kuala Behe dan Satreskrim Polres Landak pada Sabtu dini hari sebelum membawa kedua jasad ke RSUD Landak untuk diautopsi.

Dugaan motif perampokan menguat seiring raibnya sejumlah harta benda bernilai tinggi yang dibawa oleh korban sebelum peristiwa terjadi.

“Untuk pendalaman sementara, yang bersangkutan pada saat itu membawa uang sejumlah kurang lebih Rp135 juta dan emas sekitar 30 gram. Namun, pada saat mayat ditemukan, uang beserta emas tersebut sudah tidak ada di tempat,” kata Kuswiyanto.

Lokasi penemuan kedua jasad diketahui hanya berjarak sekitar 50 meter dari pondok kerja korban.

Penyidik kepolisian saat ini terus memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti petunjuk guna mengejar dan mengungkap identitas para pelaku.

(Dayank Ana)