Sab, 18/07/26 · 02.49.37
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Bakom RI Soroti Standar Kualitas dan Independensi New Media

Dayank Ana Sebalu
Dayank Ana Sebalu
Jumat, 8 Mei 2026 · 13:302 menit baca
Bakom RI Soroti Standar Kualitas dan Independensi New Media
Bakom RI mengklarifikasi hubungan dengan Indonesia New Media Forum (INMF). Pemerintah mendorong peningkatan standar kualitas new media tanpa intervensi editorial. (Dok. Tangkapan Layar Bakom RI)

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan kualitas serta standar produk informasi pada ekosistem new media. Hal ini disampaikan menyusul pertemuan antara Bakom dengan Indonesia New Media Forum (INMF) pada awal Mei 2026.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (5/5/2026) tersebut menjadi ajang perkenalan INMF sekaligus penjelasan mengenai kriteria new media yang harus memiliki badan hukum, alamat perusahaan, dan penanggung jawab yang jelas. Dalam diskusi tersebut, Bakom sempat mempertanyakan mekanisme kerja new media, terutama terkait standar cover both sides yang lazim di media konvensional. Pihak INMF menjelaskan bahwa mereka menggunakan metode “verifikasi” dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Bakom, M. Qodari, dalam konferensi pers pada Rabu (6/5/2026), mengakui bahwa saat ini masih terdapat beberapa isu yang perlu diselesaikan antara new media dengan Dewan Pers serta media konvensional. Meski demikian, Bakom memandang new media perlu dijangkau agar kualitas produk informasinya mencapai standar yang lebih baik.

Bakom juga memberikan klarifikasi mengenai penyebutan sejumlah nama media dalam konferensi pers tersebut. Pihak Bakom menegaskan bahwa data nama-nama tersebut murni merujuk pada dokumen “New Media Forum 2026” yang diberikan oleh INMF saat audiensi.

Tertibkan Administrasi Nasional, PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi Baru
Baca Juga

Tertibkan Administrasi Nasional, PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi Baru

Dalam penjelasan resminya, Bakom menekankan tidak ada kontrak kerja sama atau ikatan profesional tertentu antara pemerintah dengan INMF maupun media-media yang terdaftar di dalamnya. Istilah “mitra” yang sempat muncul didefinisikan sebagai hubungan fungsional di mana media memerlukan berita dan pemerintah perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Bakom menghormati penuh independensi new media maupun media konvensional. Tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah,” tulisnya dalam pernyataan resmi.

Pemerintah memetakan realitas media saat ini ke dalam empat jenis: media konvensional, new media, media sosial, dan media yang mengandung disinformasi, fitnah, serta kebencian (DFK). Bakom menyatakan fokus bersama adalah melawan penyebaran media DFK sambil tetap membuka diri terhadap kritik dan koreksi dalam ekosistem informasi publik.

(Dayank Ana)