Sen, 27/07/26 · 10.25.03
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Dominasi Sejumlah Wilayah di Indonesia

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Senin, 27 Juli 2026 · 14:291 menit baca
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Dominasi Sejumlah Wilayah di Indonesia
BNPB merangkum perkembangan penanganan bencana karhutla, banjir, dan longsor di Indonesia. Potensi cuaca ekstrem diimbau tetap diwaspadai daerah. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat rentetan kejadian bencana alam yang didominasi kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta tanah longsor di berbagai daerah pada periode 26 hingga 27 Juli 2026.

Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, insiden karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Wonogiri, Kota Banjarbaru, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Klaten dengan total luasan terdampak mencapai belasan hektare.

Selain bencana kebakaran lahan, musibah kebakaran permukiman melanda Kampung Adat Cipta Mulya di Kabupaten Sukabumi yang menyebabkan 51 unit rumah rusak berat serta memaksa 159 jiwa mengungsi.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan aktivasi Posko Tanggap Darurat Bencana, pendirian dapur lapangan, tenda pengungsi, pos logistik dan pos kesehatan,” tulis laporan resmi Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin, (27/7/2026).

Karhutla Marak di Beberapa Daerah, BNPB Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi
Baca Juga

Karhutla Marak di Beberapa Daerah, BNPB Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi

Bantuan darurat berupa paket sembako, tenda pengungsi, perlengkapan keluarga, hingga toilet portabel telah disalurkan BNPB untuk menopang kebutuhan warga terdampak di lokasi pengungsian.

Di wilayah Pulau Sulawesi, hujan deras memicu banjir dan tanah longsor di Kabupaten Morowali Utara yang mengakibatkan akses jalan Desa Lemowalia–Salubiro terputus hingga mengisolasi 627 keluarga.

Bencana serupa juga melanda wilayah Sumatera Barat, yakni di Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat, yang merusak sejumlah fasilitas jalan, jembatan, serta permukiman warga.

Sementara di Kabupaten Banyumas, jaringan pipa air bersih yang melayani sekitar 5.000 jiwa terputus akibat tertimpa material longsoran tanah di Desa Kotayasa.

Antisipasi El Nino, BNPB Siapkan Sumur Bor dan Modifikasi Cuaca di NTB
Baca Juga

Antisipasi El Nino, BNPB Siapkan Sumur Bor dan Modifikasi Cuaca di NTB

Potensi cuaca ekstrem yang berpeluang memicu hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih mengintai puluhan provinsi di Indonesia hingga akhir Juli.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla,” tulis Imbauan BNPB, Senin, (27/7/2026).

Masyarakat yang bermukim di wilayah rawan longsor serta banjir diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila mendapati intensitas hujan tinggi lebih dari satu jam atau melihat tanda pergerakan tanah di sekitar lereng.

(Rudi)