Sel, 23/06/26 · 14.24.14
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Rangkum Dampak Gempa Sulawesi Tengah dan Karhutla di Tiga Provinsi

Hendrawan
Hendrawan
Selasa, 23 Juni 2026 · 19:453 menit baca
BNPB Rangkum Dampak Gempa Sulawesi Tengah dan Karhutla di Tiga Provinsi
BNPB merilis data perkembangan bencana nasional per 23 Juni 2026, mencakup penanganan dampak gempa Sulawesi Tengah, krisis air bersih, dan total luasan karhutla. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman data penanganan situasi bencana nasional dalam periode pemantauan 22 hingga 23 Juni 2026. Laporan berkala tersebut menyoroti penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah, eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa provinsi, serta ancaman kekeringan musim kemarau.

Berdasarkan data pemutakhiran per 23 Juni 2026, dampak gempa bumi berkekuatan signifikan yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Senin (16/6/2026) tercatat mengakibatkan tiga warga meninggal dunia. Sebanyak 3.262 kepala keluarga (KK) atau 9.501 jiwa terdampak, dengan rincian korban luka meliputi 81 warga luka ringan dan 14 warga luka berat.

Kerusakan fisik permukiman di Sulawesi Tengah mencakup rincian sementara sebanyak 3.846 unit rumah rusak ringan, 1.120 unit rumah rusak sedang, dan 214 unit rumah rusak berat. Sementara itu, BMKG mendeteksi telah terjadi 1.149 gempa susulan di wilayah terdampak hingga Minggu (21/6/2026) sore. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan status tanggap darurat yang berlaku sejak 17 hingga 23 Juni 2026.

Masih di provinsi yang sama, bencana banjir di Kabupaten Parigi Moutong yang terjadi pada Sabtu (20/6/2026) kini dilaporkan telah surut dengan total dampak 343 KK, di mana 32 KK sempat mengungsi dan dua unit rumah mengalami rusak ringan.

BNPB Rilis Data Bencana: 3 Tewas Akibat Gempa Sulteng, Banjir dan Kekeringan Melanda Sejumlah Daerah
Baca Juga

BNPB Rilis Data Bencana: 3 Tewas Akibat Gempa Sulteng, Banjir dan Kekeringan Melanda Sejumlah Daerah

Statistik Karhutla dan Mitigasi Kekeringan
Pada sektor pemantauan karhutla sejak 1 Januari hingga akhir Juni 2026, BNPB mencatat akumulasi luasan lahan terbakar di tiga provinsi utama:

Provinsi Riau: Total luas lahan terbakar mencapai 15.220,34 hektare (data per 22 Juni 2026, tidak ada penambahan luas area).

Provinsi Sumatera Selatan: Total luas lahan terbakar mencapai 305,39 hektare (data per 20 Juni 2026, tidak ada penambahan).

Provinsi Kalimantan Tengah: Total luas lahan terbakar mencapai 456,78 hektare (data per 22 Juni 2026, terdapat tambahan luasan baru sebesar 0,05 hektare di Kabupaten Kotawaringin Timur dan 1,5 hektare di Kabupaten Sukamara).

Satu Warga Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah
Baca Juga

Satu Warga Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah

Sementara itu, krisis air bersih akibat kekeringan dilaporkan melanda dua wilayah. Di Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, fenomena hari tanpa hujan (HTH) sejak 24 Mei hingga 22 Juni 2026 berdampak pada 350 KK.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan dampak kekeringan mencakup 1.986 KK atau 6.146 jiwa. Selama periode 15 hingga 22 Juni 2026, otoritas daerah telah mendistribusikan total 97 tangki atau setara 485.000 liter air bersih kepada warga terdampak.

Untuk bencana hidrometeorologi basah, banjir akibat luapan sungai melanda 37 KK di Desa Muduran Candian, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Minggu (21/6/2026). Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, banjir rob yang merendam rumah 127 KK pada Sabtu (20/6/2026) dilaporkan mulai berangsur surut tanpa mengganggu layanan publik.

Instruksi Kesiapsiagaan Wilayah
Merespons perkembangan situasi tersebut, kedeputian darurat mengeluarkan instruksi resmi kepada jajaran pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan operasional di lapangan.

Pemerintah daerah di wilayah rawan kekeringan diharapkan melakukan pemetaan sumber air alternatif, menyiapkan distribusi air bersih, serta mengoptimalkan upaya konservasi air. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan melaporkan segera apabila terjadi gangguan pasokan air bersih.

BNPB Tangani Karhutla Sumatra-Kalimantan dan Dampak Gempa Gempa M 7,7 Sulut
Baca Juga

BNPB Tangani Karhutla Sumatra-Kalimantan dan Dampak Gempa Gempa M 7,7 Sulut

Terkait antisipasi kebakaran hutan, otoritas melarang keras tindakan pembukaan lahan dengan metode pembakaran konvensional. Pemda diharapkan memperkuat patroli darat, deteksi dini titik panas, dan kesiapan sarana pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran.

Khusus bagi masyarakat di wilayah terdampak gempa Sulawesi Tengah, diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

(Hendrawan)