Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data penanganan bencana nasional periode pemantauan 16 hingga 17 Juli 2026. Berdasarkan rekapitulasi otoritas penanggulangan bencana, fenomena hidrometeorologi berupa kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi peristiwa kedaruratan di sejumlah provinsi.

Di sektor karhutla, petugas gabungan dilaporkan berhasil memadamkan titik api yang membakar lahan seluas 25 hektare di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa serupa juga melanda lahan seluas 4,37 hektare di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. BPBD setempat memastikan tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kebakaran di Bontang masih dalam penyelidikan.
Pada saat bersamaan, krisis pasokan air bersih akibat kekeringan meluas di koridor Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang memaksa badan penanggulangan daerah melakukan distorsi logistik air secara massal.
Di Jawa Barat, sebanyak 2.016 KK atau 39.768 jiwa yang tersebar di 28 desa dan 15 kecamatan di Kabupaten Bogor terdampak kekeringan. Petugas telah mendistribusikan 30 ribu liter air bersih ke empat kecamatan terdampak, yakni Leuwisadeng, Jonggol, Dramaga, dan Tanjungsari.
Penanganan Krisis Air di Jawa Tengah dan Dampak Cuaca Ekstrem Jombang
Situasi serupa terjadi di Jawa Tengah. Di Kabupaten Klaten, krisis air melanda empat desa di Kecamatan Kemajang, yaitu Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo, dengan total dampak mencapai 3.272 KK atau 10.685 jiwa. Sejak 15 Juni hingga 16 Juli 2026, total pasokan air bersih yang dikirim ke kawasan tersebut menembus angka 1,3 juta liter.
Kekeringan juga melanda Kabupaten Purbalingga yang mencakup wilayah Kecamatan Karangreja dan Kejobong dengan populasi terdampak 1.758 jiwa, di mana 30 ribu liter air dikirimkan ke Desa Pandansari. Sementara di Kabupaten Pemalang, dampak kekeringan meluas di empat kecamatan dengan populasi 4.397 KK. Adapun di Kabupaten Sukoharjo, 616 KK atau 967 jiwa di tiga kecamatan membutuhkan dukungan air setelah pasokan 25 ribu liter dikirimkan petugas.
Selain ancaman kemarau, dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang juga dilaporkan merusak tujuh rumah warga di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
(Memei)