Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Nasional

BNPB Rilis Data Bencana: Karhutla Melanda Tiga Daerah, Dua Warga Tewas Longsor di Pekalongan

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 7 Oktober 2026 · 19:582 menit baca
BNPB Rilis Data Bencana: Karhutla Melanda Tiga Daerah, Dua Warga Tewas Longsor di Pekalongan
BNPB rilis laporan situasi bencana 7 Oktober 2026: Karhutla terjadi di Maluku, Sulut, dan Sragen, serta dua pekerja tewas akibat tanah longsor di Pekalongan. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum rentetan kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia yang didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana tanah longsor yang menewaskan dua orang, Rabu, (7/10/2026).

Laporan penanganan kedaruratan daerah tersebut dicatat dalam kurun waktu Selasa (6/10/2026) hingga Rabu (7/10/2026) pukul 07.00 WIB, mencakup sebaran titik karhutla di Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Sragen, serta musibah tanah longsor di Kabupaten Pekalongan.

Peristiwa karhutla pertama dilaporkan melanda Negeri Solan, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, pada Senin (5/10/2026) pukul 19.00 WIT. Embusan angin kencang di tengah cuaca kemarau membakar vegetasi kering hingga menghanguskan 13 hektare lahan sebelum dipadamkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas pemadam kebakaran setempat.

Insiden kebakaran lahan kedua terjadi di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Selasa (6/10/2026) pukul 23.00 WITA dengan luasan terdampak mencapai dua hektare. Penanganan terpadu dikerahkan oleh tim gabungan BPBD, dinas damkar, TNI, Polri, serta warga desa hingga api berhasil dipadamkan.

Karhutla Gambut Masih Berat di Enam Provinsi, BNPB dan Menko Polkam Rapatkan Barisan
Baca Juga

Karhutla Gambut Masih Berat di Enam Provinsi, BNPB dan Menko Polkam Rapatkan Barisan

Kebakaran lahan ketiga terdeteksi di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (6/10/2026) pukul 12.00 WIB. Lahan seluas lima hektare yang terdiri atas dua hektare perkebunan tebu dan tiga hektare tegakan jati hangus terbakar. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sragen bersama kepolisian sempat menghadapi rute evakuasi yang curam dan licin sebelum berhasil menuntaskan pemadaman.

Di luar karhutla, musibah tanah longsor menelan dua korban jiwa di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (6/10/2026) pukul 10.30 WIB. Material tanah dari tebing galian pondasi runtuh seketika dan menimbun dua pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut hingga meninggal dunia.

Imbauan penguatan kesiapsiagaan disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Kewaspadaan aparatur daerah ditekankan dalam siaran pers resminya.

Landa Sejumlah Daerah, BNPB Laporkan Puluhan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
Baca Juga

Landa Sejumlah Daerah, BNPB Laporkan Puluhan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

“Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan serta tanah longsor. Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan peralatan pemadaman dan evakuasi dalam kondisi siap pakai,” jelas Berton SP Panjaitan, Rabu, (7/10/2026).

Pencegahan aktivitas berbahaya di lingkungan rawan turut digarisbawahi kepada publik. Langkah mitigasi risiko warga dipaparkan dalam keterangannya.

“BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah pada musim kemarau, menghindari aktivitas penggalian di area dengan kemiringan tinggi saat kondisi tanah labil, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar,” tambahnya.

(Rudi)