Jum, 03/07/26 · 08.04.24
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Dampak El Nino Meluas, Puluhan Ribu Warga di Empat Provinsi Krisis Air Bersih

Hendrawan
Hendrawan
Jumat, 3 Juli 2026 · 13:162 menit baca
Dampak El Nino Meluas, Puluhan Ribu Warga di Empat Provinsi Krisis Air Bersih
Data BNPB per 3 Juli 2026 menunjukkan puluhan ribu warga di DIY, Jateng, Jatim, dan Maluku mengalami krisis air akibat meluasnya kekeringan El Nino. (Dok. BPBD Kab. Semarang)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan eskalasi bencana kekeringan akibat dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas secara signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Hingga Jumat (3/7/2026) pukul 07.00 WIB, puluhan ribu warga di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Maluku dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih akibat mengeringnya sumber-sumber air baku.

Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, titik kekeringan terluas berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Di wilayah ini, kemarau panjang memicu penyusutan debit air secara drastis pada jaringan sumur dan sungai sejak Mei lalu. Dampaknya, sebanyak 7.107 KK atau 24.089 jiwa di tujuh kecamatan mengalami kelangkaan air untuk kebutuhan domestik sehari-hari.

Pada saat yang sama, wilayah pesisir Kabupaten Seram Bagian Timur juga dihantam bencana gelombang pasang akibat pengaruh angin muson timur pada Rabu (1/7/2026). Peristiwa tersebut berdampak pada 1.070 jiwa serta merusak sedikitnya 207 unit rumah warga, dengan rincian 53 unit rusak berat dan 154 unit rusak ringan.

(Dok. BPBD Kab. Gunung Kidul)

Di Pulau Jawa, kelangkaan air bersih melanda Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, khususnya di kawasan Kapanewon Rongkop yang berdampak pada 67 KK. Otoritas daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan yang berlaku sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sementara di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, krisis serupa melanda Desa Plumutan dan Desa Bantal dengan total warga terdampak mencapai 586 KK atau 1.224 jiwa.

Antisipasi Dampak El Nino, BNPB Siapkan 109 Sumur Bor dan Operasi Modifikasi Cuaca
Baca Juga

Antisipasi Dampak El Nino, BNPB Siapkan 109 Sumur Bor dan Operasi Modifikasi Cuaca

Adapun di Kabupaten Jember, Jawa Timur, asesmen darurat mendeteksi 125 KK di Desa Sumberpinang mengalami krisis air akibat sumur bor milik warga mengalami penurunan volume serta menghasilkan air yang keruh bercampur lumpur. Infrastruktur sumur bor alternatif di wilayah tersebut belum bisa dioperasikan akibat kendala meteran listrik dan belum tersambungnya jaringan pipa distribusi ke permukiman.

Analisis Iklim Global dan Suhu Ekstrem di Atas 35 Derajat
Data pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang dirilis BNPB menunjukkan kondisi anomali cuaca yang cukup kontras. Pengamatan satelit mendeteksi adanya kondisi El Nino di Samudra Pasifik yang memotong potensi curah hujan di sebagian besar pulau. Sebanyak 11% wilayah pengamatan kini berada dalam kategori HTH panjang, dan 2% berada dalam status sangat panjang.

Suhu udara maksimum pada periode 28 Juni hingga 1 Juli 2026 terpantau melonjak di atas 35°C di beberapa provinsi, meliputi Lampung, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Kalimantan Timur. Sebaliknya, wilayah bagian utara dan sekitar ekuator seperti Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat masih diguyur hujan lebat akibat pengaruh aktivitas dinamika atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial.

Kemarau Picu Karhutla dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah, BNPB Perketat Mitigasi
Baca Juga

Kemarau Picu Karhutla dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah, BNPB Perketat Mitigasi

Merespons perkembangan situasi ini, BNPB meminta seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan pemetaan zonasi rawan kekeringan guna mempercepat mobilisasi bantuan armada tangki air bersih. Warga diimbau melakukan penghematan air secara ketat dan memprioritaskan alokasi cadangan air untuk kebutuhan konsumsi pokok.

Guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman di tengah suhu ekstrem, otoritas kebencanaan melarang keras aktivitas pembersihan lahan dengan metode pembakaran terbuka. Warga juga diminta waspada terhadap titik asap sekecil apa pun di lingkungan masing-masing.

(Hendrawan)