Presiden resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Posisi tertinggi di lembaga pengelola program gizi negara tersebut kini dialihkan kepada Nanik S. Deyang. Perombakan massal ini dilakukan menyusul hasil evaluasi performa dan kedisiplinan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah selama 1,5 tahun terakhir.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi keputusan pemangkasan struktural tersebut di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam konferensi pers itu, Prasetyo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Khodari.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam 1 setengah tahun ini,” ungkap Prasetyo Hadi.
Pembersihan Massal di Jajaran Pimpinan Puncak BGN
Restrukturisasi drastis ini tidak hanya menyasar kepala lembaga, tetapi juga berdampak pada pembersihan gerbong pimpinan di level bawahnya. Presiden turut memberhentikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dari posisi Wakil Kepala BGN.
Tertibkan Administrasi Nasional, PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi Baru
Sebagai gantinya, kursi yang ditinggalkan para pejabat lama langsung diisi oleh figur-figur baru pilihan Istana demi mendongkrak tata kelola lembaga. Selain menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, posisi Wakil Kepala BGN kini resmi dijabat oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Meskipun diwarnai pemecatan massal akibat persoalan kedisiplinan Standard Operating Procedure (SOP) dan kualitas mutu makanan, Mensesneg tetap menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Dadan Hindayana beserta jajaran pimpinan lama dalam membangun fondasi awal instansi tersebut.

Akhir Kiprah Kepala BGN Pertama
Dadan Hindayana merupakan pejabat pertama yang menakhodai BGN sejak dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Senin (19/8/2024). Lembaga ini sengaja dibentuk secara khusus di akhir masa jabatan Jokowi untuk mengeksekusi program Makan Bergizi Gratis yang menjadi pilar utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Resmi Terima Surat Kuasa, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dalam Dugaan Korupsi
Namun, kegagalan dalam menjaga kontrol kualitas makanan dan kepatuhan birokrasi dalam jangka waktu 1,5 tahun terakhir memaksa Istana mengambil langkah tegas melakukan perombakan total.
(Hendrawan)
