Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lonjakan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia selama periode pemantauan tengah Juli. Fenomena ini dipicu oleh perluasan fase musim kemarau dengan indikator hari tanpa hujan kategori menengah hingga ekstrem panjang.
Berdasarkan rekapitulasi data kaji cepat, otoritas mencatat 25 kejadian bencana, dengan dominasi karhutla di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebaran wilayah terdampak kekeringan hidrometeorologi kering ini berpusat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Sebaran Titik Karhutla dan Status Darurat Wilayah Kalimantan
Di wilayah Jawa Timur, lahan seluas dua hektar di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terbakar pada Selasa, (14/7/2026). Penanganan darurat dilakukan menggunakan dua unit fire pumper dan dua unit water supply hingga api padam pada malam hari.
