Kam, 16/07/26 · 15.34.00
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Kemarau Ekstrem Meluas, BNPB Laporkan Kebakaran Lahan di Tiga Provinsi

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Kamis, 16 Juli 2026 · 19:592 menit baca
Kemarau Ekstrem Meluas, BNPB Laporkan Kebakaran Lahan di Tiga Provinsi
BNPB laporkan 25 kejadian bencana hidrometeorologi kering. Karhutla melanda Mojokerto, Banjarbaru, dan PPU akibat musim kemarau ekstrem panjang. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lonjakan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia selama periode pemantauan tengah Juli. Fenomena ini dipicu oleh perluasan fase musim kemarau dengan indikator hari tanpa hujan kategori menengah hingga ekstrem panjang.

Berdasarkan rekapitulasi data kaji cepat, otoritas mencatat 25 kejadian bencana, dengan dominasi karhutla di wilayah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebaran wilayah terdampak kekeringan hidrometeorologi kering ini berpusat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sebaran Titik Karhutla dan Status Darurat Wilayah Kalimantan
Di wilayah Jawa Timur, lahan seluas dua hektar di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terbakar pada Selasa, (14/7/2026). Penanganan darurat dilakukan menggunakan dua unit fire pumper dan dua unit water supply hingga api padam pada malam hari.

Cuaca Ekstrem Ganda, BNPB Laporkan Kekeringan di Jawa dan Banjir di Sumatra
Baca Juga

Cuaca Ekstrem Ganda, BNPB Laporkan Kekeringan di Jawa dan Banjir di Sumatra

Sementara itu, lonjakan titik api terbesar terdeteksi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan total akumulasi lahan terbakar mencapai 14,8 hektare yang tersebar di Kelurahan Cempaka, Landasan Ulin Timur, Guntung Manggis, dan Landasan Ulin Tengah.

Dampak eskalasi tersebut, otoritas regional telah menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan selama 121 hari, terhitung sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026.

Pada koridor Kalimantan lainnya, kebakaran lahan seluas 2,42 hektare juga melanda Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Rabu, 15 Juli 2026, sebelum akhirnya dilokalisasi oleh tim gabungan kedaruratan.

Menyikapi meluasnya dampak kekeringan, BNPB mengeluarkan instruksi pembatasan aktivitas pembukaan lahan vegetasi guna menekan potensi kelalaian manusia di lapangan.

Status Tersangka Febrie Adriansyah Dicabut Menjadi Saksi, Kejagung Ambil Alih Penanganan Perkara
Baca Juga

Status Tersangka Febrie Adriansyah Dicabut Menjadi Saksi, Kejagung Ambil Alih Penanganan Perkara

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas. BNPB juga mengimbau kepada warga untuk dapat menghemat penggunaan air bersih pada musim kemarau ini,” tulis Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB dalam laporan resminya, Kamis (16/7/2026).

(Rudi)