Fenomena harga tiket penerbangan domestik yang melonjak tinggi hingga melebihi tarif rute internasional kembali menjadi diskursus di tengah melemahnta nilai Rupiah terhadap Dollar. Situasi unik ini membuat biaya terbang ke negara tetangga seperti Singapura justru relatif lebih terjangkau dibandingkan destinasi wisata dalam negeri.
Tingginya harga penerbangan domestik di Indonesia sebenarnya bukan fenomena baru. Pengamat penerbangan, Fikri Kanzul, menyoroti ketimpangan struktur biaya dan regulasi yang membuat tarif penerbangan dalam negeri sulit bersaing dengan rute internasional.
“Indonesia menghadapi tantangan struktur biaya penerbangan domestik yang sangat berat. Kombinasi beban pajak, harga avtur, hingga aturan tarif lama membuat harga tiket penerbangan dalam negeri melonjak tinggi dibanding penerbangan ke luar negeri,” ujar Fikri (8/8).
Pernyataan senada juga pernah ditegaskan oleh Luhut Binsar Pandjaitan terkait kondisi dan efisiensi industri penerbangan nasional yang tertinggal dibanding negara-negara lain.
