Rab, 05/08/26 · 16.51.16
Nusantara Post

Indonesia New News Capital

Nasional

Lonjakan Titik Panas, BNPB Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel

Rudi Agus Haryanto
Rudi Agus Haryanto
Rabu, 5 Agustus 2026 · 22:052 menit baca
Lonjakan Titik Panas, BNPB Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel
BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan selama 4-10 Agustus 2026 menyusul lonjakan titik panas karhutla. (Dok. BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Sumatera Selatan selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026. Langkah ini diambil menyusul peningkatan signifikan titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Berdasarkan data satelit NASA NOAA20, jumlah titik panas di Sumatera Selatan terdeteksi melonjak dari 46 titik pada 2 Agustus 2026 menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026.

Penanganan karhutla melalui teknologi modifikasi cuaca dipokuskan pada enam provinsi prioritas yang memiliki luas lahan gambut signifikan.

Instruksi penguatan langkah pencegahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada 28 Juli 2026.

BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Kalteng
Baca Juga

BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Kalteng

“Dalam rapat tersebut, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah-langkah strategis menghadapi potensi dampak musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino, dengan fokus utama pada upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan serta lahan. Arahan Presiden salah satunya untuk tetap melaksanakan OMC di 6 provinsi prioritas tersebut. Menindaklanjuti arahan presiden, BNPB kembali menggelar OMC di Sumatera Selatan, tentunya dengan pertimbangan masih ada cukup awan yang disemai sesuai dengan rekomendasi BMKG,” kata Kepala BNPB Suharyanto, Rabu, (29/7/2026).

Menanggapi ancaman krisis asap yang diperburuk fenomena El Nino, Gubernur Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla sejak 22 April hingga 30 November 2026. Pemerintah daerah setempat juga secara resmi menyurati BNPB untuk meminta bantuan dukungan fasilitas penyemaian awan.

Operasi penerbangan OMC dipusatkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dengan melibatkan dukungan personel TNI AU, BMKG, dan BPBD setempat.

Karhutla, Kekeringan, dan KLB DBD Melanda Berbagai Daerah di Indonesia
Baca Juga

Karhutla, Kekeringan, dan KLB DBD Melanda Berbagai Daerah di Indonesia

Penyemaian awal bahan semai telah direalisasikan pada area rawan terbakar menggunakan armada pesawat berbadan tetap (fixed wing).

“Pada Selasa (4/8) BNPB melaksanakan penerbangan OMC sebanyak satu sorti dengan penyemaian 1.000 kg bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. OMC dengan pesawat fixed wings ini berhasil menjadi hujan dengan intensitas ringan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Penekanan atas Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla kembali diserukan BNPB. Pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor pertanian dan kehutanan diimbau untuk memperketat koordinasi dalam melakukan upaya pencegahan dini di lapangan.

(Rudi)