Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen mengeluarkan pernyataan keras terkait kondisi ketenagakerjaan di sektor media yang dinilai semakin memprihatinkan.
FSPM menyerukan perlawanan kolektif melalui penguatan serikat untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai kondisi “terjajah” di ruang kerja sendiri.
Ketua FSPM Independen, Aisha Shaidra, menegaskan bahwa kerentanan yang dihadapi pekerja media saat ini mulai dari upah rendah, PHK sepihak, hingga kriminalisasi bukan sekadar masalah sektoral biasa, melainkan sebuah krisis struktural yang sistemik.
FSPM menyoroti ketimpangan relasi kerja di mana perusahaan menuntut produktivitas dan kecepatan tinggi tanpa menyediakan jaminan kesejahteraan yang setara. Pekerja media dipaksa menanggung sendiri risiko fisik, tekanan psikologis, hingga ancaman hukum demi kelangsungan industri.
