Lewati ke konten
Indonesia New News Capital

Kalimantan Barat

Pesta Buruh-Hara, Merayakan Buruh di Jantung Kota

Editor
Editor
Minggu, 3 Mei 2026 · 15:271 menit baca
Pesta Buruh-Hara, Merayakan Buruh di Jantung Kota
Komunitas muda Pontianak rayakan Hari Buruh dengan cara berbeda lewat Pesta Buruh-Hara di Taman Digulis puisi, tarian kontemporer, teatrikal, dan nyanyian. (Dok. Ilham Pratama)

Malam khidmat dengan alunan tabu gendang terdengar di pinggiran Taman Digulis Pontianak. Seorang lelaki menyanyi, yang lain bersahut menimpali irama tersebut. Pada jantung kota seribu warung kopi itu, sekumpulan anak muda sedang merayakan sesuatu, (2/5/2026).

Satu nyanyian selesai ditampilkan, sebuah tarian selesai disuguhkan. Pesta Buruh-Hara, menurut perkataan pemandu acara, ialah peringatan Hari Buruh (May Day) yang seharusnya dirayakan bersama. 

“Dalam rangka memperingati Hari Buruh, maka diadakanlah acara di ruang publik berupa puisi,tarian kontemporer, teatrikal, dan nyanyian, siapapun boleh gabung,” Kata Ryan di sela kegiatan berlangsung.

Malam minggu riuh bagi warga Pontianak yang turut menonton. Puisi dan iringan klakson kendaraan terdengar lantang di tengah-tengah taman itu. Gagasan perayaan ini muncul di kepala anak muda lintas komunitas.

Imbas Intrusi Air Asin, Pemkot Pontianak Siapkan Titik Pengambilan Air Tawar Gratis
Baca Juga

Imbas Intrusi Air Asin, Pemkot Pontianak Siapkan Titik Pengambilan Air Tawar Gratis

Para peserta dan penampil Pesta Buruh-Hara foto bersama di Taman Digulis, Pontianak, usai merayakan Hari Buruh lewat puisi, tarian kontemporer, teatrikal, dan nyanyian, Jumat malam (2/5/2026). (Dok. Ilham Pratama)

Apsari, salah satu penyelenggara acara mengatakan bahwa Hari Buruh tidak melulu harus diingat dengan demonstrasi. Menurutnya momentum itu bisa disemarakkan dengan perayaan sambil mengawal hak-hak pekerja yang belum ditunaikan.

“Saya juga seorang buruh. Saya lelah dengan demonstrasi, tanpa menyangkal semangat teman-teman yang sedang aksi. Melihat bos dan pemerintah, saya skeptis sekali, mereka sukar mendengar pekerja yang menuntut haknya. Karena kelelahan dan keraguan itu, setelah berdiskusi dengan teman-teman, munculah ide ini,” katanya.

Pembacaan puisi oleh Nayla, anggota UKM Sarang Semut. (Dok. Ilhama Pratama)

Puisi-puisi diiringi teatrikal tubuh yang merespon bait didalamnya. Setelahnya perayaan ditutup dengan nyanyian Orkes Colok Bunyi, grup musik Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sarang Semut.

Penutupan ini menjadi puncak perayaan, dimana penonton diajak menari membentuk lingkaran bersama.

Pontianak Buktikan Kelayakan Gelar Turnamen Bulu Tangkis Internasional Berkelas Dunia
Baca Juga

Pontianak Buktikan Kelayakan Gelar Turnamen Bulu Tangkis Internasional Berkelas Dunia

https://www.instagram.com/reel/DX3zlTpRPVP/

(Puput)