Malam khidmat dengan alunan tabu gendang terdengar di pinggiran Taman Digulis Pontianak. Seorang lelaki menyanyi, yang lain bersahut menimpali irama tersebut. Pada jantung kota seribu warung kopi itu, sekumpulan anak muda sedang merayakan sesuatu, (2/5/2026).
Satu nyanyian selesai ditampilkan, sebuah tarian selesai disuguhkan. Pesta Buruh-Hara, menurut perkataan pemandu acara, ialah peringatan Hari Buruh (May Day) yang seharusnya dirayakan bersama.
“Dalam rangka memperingati Hari Buruh, maka diadakanlah acara di ruang publik berupa puisi,tarian kontemporer, teatrikal, dan nyanyian, siapapun boleh gabung,” Kata Ryan di sela kegiatan berlangsung.
Malam minggu riuh bagi warga Pontianak yang turut menonton. Puisi dan iringan klakson kendaraan terdengar lantang di tengah-tengah taman itu. Gagasan perayaan ini muncul di kepala anak muda lintas komunitas.


